Aksi Protes “Innocence of Muslims” di Kelas

Wohohoo… melihat traffic view yang meningkat drastis pada tulisan Maman tentang topik yang sama kemarin, Maman jadi semangat untuk mengulas kembali… (biar viewnya nambah banyak getoo)

Terkejutlah Maman ketika tadi sampai di kelas. Temen kelas pada pake band hitam d tangannya. Sambil nunggu dosen dateng, ngobrolah kami ngapain pake gituan. Dengan bangga mereka mengatakan itu adalah wujud aksi protes terhadap film IoM yang memang lagi ngetrend beberapa saat ini. Lalu mereka nanya ke Maman, “What do you think about that movie?”. Maman jawab dengan maksud becanda “I think it’s a good movie. It will nominated on Oscar sometimes”. “What do you mean? That movie was disrespect our Hazrat Rasulullah!” kata temen Maman dengan serius. Dalam hati lucu juga sih ni orang g bisa bercanda y, tapi dalam hati yang lain juga rasanya ga sopan becanda di topik beginian. “It’s very good movie. It’s like Lord of The Rings I think. There are fighting, sword, horse, etc.” Maman berkata. “Why did you watch it? That movie was offense us as muslim” kata temen. “Have you ever seen the movie?” Maman berkata. “No? Did you watch it?” temen bilang. “I’ve watch it on YouTube before it was blocked.” (ni obrolan ga sama persis, lupa2 inget… sori klo salah grammarny)

Setelah debat panjang dan Maman dikerumunin, akhirnya Maman mengakui kalo lagi becanda. Ya bahaya juga sih becanda dengan topik beginian sama orang yang darahny gampang naik. Kalo dipikir2, terdengar konyol saat mereka protes tanpa pernah nonton filmnya. Mereka terkesan hanya ikut trend protes yang sedang marak dilakukan. Tapi di sisi yang lain, seperti narkoba, tanpa perlu mencobanya dulu kita harus percaya kalo itu berbahaya.

Patutlah Maman bersyukur kekompakan umat muslim nampak di sini. Seseorang yang kita hormati dilecehkan oleh orang lain pantaslah kita merasa marah. Namun ada seseorang yang mana kita belum marah seperti ini saat mereka dilecehkan. Siapa itu? Wanita. Dilecehkan mereka dengan mengumbar auratny dalam pornografi. Digambarkan mereka seperti barang yang digunakan untuk kesenangan. Al-Quran saja menghormatinya, kenapa kita tidak. Mungkin belum, semoga suatu saat  kita bisa bersatu untuk memprotes dan menghentikan produksi hal-hal berbau pornografi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s