“Terjemahin dong!!”

Ini kejadian kemarin sih, baru sempet ditulis hari ini karena… Karena apa ya? gitu deh pokoknya…

Maghrib kemaren Maman lagi bengong di kamar. Baca-baca artikel, pengen nulis tapi ga ada ide. Tiba-tiba terketuklah pintu. Pintu, bukan hati Maman yang terketuk. Dibuka, ternyata tetangga sebelah yang mengetuk. Pakistani. Basa basi khas pakistani yang buang-buang waktu, sampailah pada pokok permasalahan. Dia mau minta tolong. Untung bukan minta duit, coz Maman lagi kere gara-gara abis beli tablet.

Tetangga itu seorang Kashmiri. Gilgit tepatnya. Dia minta tolong bwt bantuin tugasnya yang berhubungan dengan bahasa Arab. Awalnya Maman agak bingung soalnya dia itu jurusan Management. S2 pula. Soalnya jurusan begituan yang Maman tau bahasa pengantarnya ga pake Arabic. Males aslinya, tapi karena dia memohon dan kebetulan Maman juga ngerti Arabic dikit-dikit, okelah dibantu.

Dia memberikan lembaran kertas bertuliskan arab yang sudah dilighter (distabilo kalo d indo) di beberapa kata. Dia minta tolong carikan sinonim kata2 yang distabilo itu. “Why dont you use Google Translate?” kataku sambil menunjuk laptop 15″ yang ada di kamar itu. Internetnya juga jalan Maman lihat. “Google Translate cant did it. It cant translate from Arabic to Arabic.” kata dia ngeles. “Oh really?” kata Maman sambil kasih tunjuk. Memang bukan Arabic to Arabic, tapi Arabic to English Tapi disitu juga tertera padanan kalimatnya.  Keherananlah mereka dengan kemampuan internet Maman (Oh my God, it’s just Google). Dan mereka semakin takjub saat tahu Google menyediakan fasilitas onscreen keyboard di produknya (Maman ketik pake gituan). Ketakjuban bertambah sak juta sak ewu ewu kali saat Maman ubah dr Arabic to Urdu.

Ungkapan terima kasih mereka utarakan dengan cola dan cupcake. Sambil minum Maman baca-baca kertas dia. Penasaran aja. “Oh, pelajaran Understanding of Quran.”.

ding…

ding…

ding… loading…

Shock.

Quran?

Quran.

QURAN!

Maman langsung liat ke  akhir kalimat. Uhuk. Tertulis nama surat dan ayatnya disitu. Ali Imran 96-97. “Do you have Quran with translation?”, tanya Maman dengan polos. “Oh yes i have.” Facepalmlah Maman saat dia ngambil Quran terjemah. Kebetulan di rak yang paling atas.

“Where do you come from?” kata dia sambil ngerjain tugasnya. Mungkin ngeliatin Maman bengong ga tau mau ngapain. Padahal dalam hati terheran2 ma begonya orang ini. “Indonesia”. Manggut2 dianya. “Do you know where it is?” Maman ngetes. “Africa, right?”. Plak. Ga banyak omong Maman langsung bukain Google Maps. “This is Indonesia, near Australia”. Merekanya manggut2.

Ga tahan lama2. Bukan karena dah kenyang, tapi ga tahan mau ketawa, Maman balik. Sampe di kamar ketawa ngakak. Somali keheranan. Maman ceritain. Mereka ketawa juga sambil nambah ngata2in dengan gaya ngerap khas orang afrika. Mimin juga ternyata dah nongol di Skype. Dia facepalm juga pas Maman ceritain.

Miris…
Semoga orang Indonesia ga ada yang sebego ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s