Ketika Resiko menjadi Cerita

Barusan Maman abis baca buku yang makjleb. Berkisah tentang pengalaman reporter Meutya Hafid dan cameraman Budiyanto yang diculik kelompok Mujahidin selama 168 jam saat bertugas meliput di Iraq.

 

Dalam buku ini diceritakan pengalaman2 sejak awal penculikan, berkomunikasi dengan penculik, dagdigdug selama dalam tawanan, hingga akhirnya melewati perbatasan Iraq-Yordania berasa seperti surga. Banyak hal tak terduga yang terjadi selama penahanan. Tegang, sedih, cemas akan ketidakpastian, rasa dekat dengan yang maha Kuasa dalam doa, semua dituliskan sang penulis sehingga terasa kita ikut juga dalam penculikan itu (lah?).Untuk detailnya silahkan baca sendiri ya bukunya. ASLI recomendded deh, Maman aja baca 3 jam ga berhenti langsung abis.

Setelah membaca buku ini, Maman jadi tau ternyata menjadi seorang wartawan bukanlah pekerjaan yang mudah. Mudah jika hanya meliput berita ringan di daerah yang aman. Tapi mengutip kata penulis, “apa tidak bosan?”. Kenyamanan rumah dan kehangatan keluarga ditukar oleh medan yang tidak menentu, fasilitas yang tidak memadai, keamanan yang tidak terjamin, dan sikap netral terhadap kepentingan2 berbagai pihak dalam menyajikan berita menjadi tantangan tersendiri bagi seorang wartawan. Namun semua resiko itu jika kita ambil akan memberikan pelajaran dan cerita (dan royalti) yang tak terduga. Sepertinya keren menjadi seorang wartawan.

Maman langsung teringat jika Maman juga tidak sedang di rumah (emang dari kemaren ingetnya lagi dmn?). Tidak ada tempat yang lebih aman daripada rumah. Sebagus-bagusny tempat lain memberi keamanan, tetep aja nggak aman (masih inget kejadian penembakan Joker di bioskop di USA yang ada WNI jadi korban? nih!). Pakistan mungkin lebih baik dari Iraq soal keamanan tapi terkadang juga ada rasa takut. Beberapa bulan lalu sebelum puasa ada kejadian pelajar Indonesia yang terkena peluru nyasar. Beruntung korban selamat meskipun kata Mimin nggak ada yang memberitakan di Indonesia.

Semoga resiko Maman meninggalkan rumah bisa menjadi cerita yang menginspirasi dunia.
Beeehhh dalem…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s