Harmony 하모니

Pada suatu malam di musim dingin yang dingin, tiba-tiba terdengar suara tangisan wanita

“Mamaaaannn hiks hiks”

“Abis nonton film nangisnya nggak berhenti-berhenti.”

Oh, Mimin yang nangis

“Film paan sih?”

“Nih” Mimin menyodorkan link donlot filmnya (mental pembajak)

"Tonton deh, mengharukan banget" kata Mimin

“Tonton deh, mengharukan banget” kata Mimin

“Hasshh… Nggak bakalan nangis. Kamu aja ni yang cengeng.” Maman bilang dengan sombong sambil mengibaskan poni ke depan. Glitter berterbangan menjadikan suasana menjadi bling-bling. Maman pun semakin tampan.

“Beneran ya… awas kalo nangis.”

“Iya iya… aku beli DVD originalnya download dulu deh'”. Maman pun segera mengirimkan link tersebut ke temen Maman yang punya koneksi dewa.

***

Beberapa hari kemudian…

“Nih Man Harmonynya.” temen Maman memberikan film tersebut saat Maman lagi ngerjain tugas.

Bagaikan mendapat film pas lagi ngerjain tugas (eh?), Maman segera menyelesaikan tugas biar bisa cepet nonton. Dan ajaibnya tugasnya pun selesai pas tengah malam berbarengan dengan Cinderella meniupkan trumpet tahun barunya (cek kalender, oh, dah nggak waras).

***

Jadi film ini menceritakan tentang kehidupan 5 wanita tahanan di penjara. Untuk mengisi waktu luang dan usaha menghapus kenangan buruk masa lalu, mereka bekerja sama membentuk grup choir bersama sipir dan para napi yang lain. Tak disangka ternyata grup choir mereka di sukai oleh kepala penjara dan akhirnya mereka di undang ke acara Christmas Eve sebegai tamu kehormatan.

Kejadian haru biru bertebaran di film ini. Kisah napi yang harus berpisah dengan putranya yang ia lahirkan di dalam penjara, kisah anak yang tak memaafkan ibunya, kisah ibu yang berusaha minta maaf ke anaknya, hingga kebersamaan mereka yang telah tinggal lama dan berjuang membangun grup choir harus hancur ketika salah satu anggotanya dieksekusi mati atas kejahatan pembunuhan. Makjleb…

“Anjriitt…” dalam hati Maman sambil menundukkan kepala saat filmnya habis. “Oke Min, kali ini aku kalah”

Kegentlean Maman akhirnya tumbang dengan menerjangnya tsunami air mata. Beehh filmnya makjleb banget. Mana pas bener temanya tentang ibu dan anak sedangkan Maman dah nggak ketemu mama Maman hampir setahun. Rasanya kaya pengen lari, ketemu, peluk yang kenceng n mohon maaf sedalem-dalemnya buat mama Maman. Netes lagi, ish…

***

So, ini film cocok banget di tonton pas hari ibu. Kasih sayang seorang ibu dengan bagaimanapun kondisi anak di gambarkan kuat di film ini. Juga buat para anak durhaka pada ibu yang ingin tobat, sangat dianjurkan untuk nonton film ini.

Have a nice watch

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s