Paronychia

Minggu lalu, Maman merasa ada yang nggak nyaman sama jempol kaki kiri. Merah, sakit kalo di sentuh dan bikin susah jalan. Jeng jeng… Sepertinya Maman menderita cantengan. Oh no…

Sebelumnya, Maman mengira bahwa cantengan, ato dalam bahasa kedokterannya disebut Paronychia, disebabkan murni karena kecelakaan. Kecelakaan dari kuku yang salah gaul sehingga tidak tumbuh di jalur yang semestinya. Entah karena kaki yang keinjek, kegencet sepatu, ato lain hal sehingga sang kuku menusuk hati, eh menusuk kulit. Ga tahan sama deritanya, yang kayanya lebih sakit dari pada sakit hati ditinggal Mimin, Maman pun googling untuk mencari teknik penyembuhannya.

Baca-baca, klik-klik, akhirnya Maman menemukan pencerahan. *cahaya matahari masuk dari balik awan

Ternyata paronychia masuk golongan penyakit kulit. Hwaw… Kenapa? ya karena terjadinya di kulit, bukan di jantung. *facepalm

Bukan hanya karena terjadi di kulit, tapi penyebab sebenarnya adalah infeksi dan masuknya bakteri ke luka dari kulit yang tergores kuku. Karena itulah penderita, dalam kasus ini adalah Maman, selain merasakan nyeri juga akan muncul gelembung nanah di jempol kaki dan apabila di raba cute aja gitu empuk-empuk. wkwkwkwk…

Di internet, ada yang menyarankan diobati dengan minum antibiotik. Ada yang menyarankan untuk dioles salep penyakit kulit. Dan yang paling parah dibius terus kukunya dicabut. Makjreengg.

Maman introspeksi diri. Apa benar Maman sebegitu joroknya sampe kaki terinfeksi bakteri. Sepatu dan sandal kayanya oke-oke aja. Mandi, ini winter, jarang keringetan jadinya mandi 3-4 hari sekali bahkan lebih. Kaos kaki, karena Maman rasa ga pernah keringetan, Maman pake kaos kaki yang sama selama 2 mingguan. Aahh… *kling muncul lampu di kepala pas mati lampu, mungkinkah ini penyebabnya?

Pasrah. Semua sudah terjadi. Maman akui ini semua kesalahan Maman. Semua sudah terjadi. Namun Maman harus tetap move on, tidak boleh berlama-lama larut dalam kesedihan. Kalo saja waktu bisa di putar kembali, Maman akan menghindari semua kesalahan Maman.

Putus nyet? Iya, di putusin ma yang namanya kesehatan.

Tidak tahan sama sakitnya, Maman sok pinter ngerti kedokteran. Berusaha mengucek-ucek jempol kaki, berusaha mencabut potongan jempol kaki yang menusuk kulit menggunakan gunting kuku. Asal, congkel sana congkel sini, perihnya bukan main. Croooottt. Hasilnya malah bocor.

bocor deh...

bocor deh…

Tapi alhamdulillah, setelah bocor ni rasa sakitnya berangsur hilang. Darah dan nanah yang mengalir langsung di lap pake tisu dan cotton bud. Akhirnya Maman bisa tersenyum kembali dan bisa berjalan tanpa rasa sakit seperti semula.

Pesan moral “Surga berada di bawah telapak kaki ibu, bersihkanlah kakinya dan kakimu selalu”

Namun Allah selalu punya kehendak lain. Sembuh yang kiri, sekarang pindah sakitnya ke kaki kanan. Hadeeehh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s