Temen Sekelas yang Rese

Jadi pas sibuk-sibuknya Culture Week minggu lalu, ada sebuah kelas yang Maman lewatkan. Sebenernya niat mau masuk tapi badan pegel2 ga karuan. Cukup berani Maman melewatkan kelas tersebut soalnya gurunya cukup strength. Jangankan untuk absen, untuk telatpun anak2 nggak berani. Kelas Communication Skill yang mana ada tugas presentasi. Materinya sih biasa aja ttg “Invention”, tapi penilaian utamanya dari kemampuan berpresentasi n kecanggihan membuat slide powerpoint.

Kalopun mau masuk sebenernya sih dah siap soalnya slidenya dah jadi. Sebuah paket slide yang bercerita tentang penemuan Pak Habibie di bidang penerbangan dan dihiasi oleh batik2an dan berbagai asesoris berbau Indonesia. Ada video penjelasan dan sedikit potongan film “Habibie dan Ainun”. Promosi Indonesia banget dah, pas juga momentnya Culture Week.

Skrinsut slide presentasi saya...

Skrinsut slide presentasi saya…

Minggu depannya, Maman pun masuk ke kelas tersebut lengkap dengan slide yang telah disiapkan. Ada beberapa orang yang dah tau sekilas tentang slide buatan Maman yang keren itu sehingga menjadi perbincangan orang-orang yang penasaran. Indonesia mah selalu keren jadi pada pengen tau.

Duduk, dosen memulai pelajaran. “Eh, kok masuk materi? nggak jadi nih kayanya… wkwkkw” Maman agak lega dalam hati. Diem-diem aja sok nggak tau apa2, eh sekelas langsung ribut.

“Pak dosen, itu Maman yang dari Indonesia belum presentasi. Kemaren sibuk Culture Week dia” kira-kira begini protes anak2 kalo di Indonesia kan.

Makjdyeng… “Plis deh… Nggak bisa liat orang lega ya?” dalam hati.

“Kamu minggu lalu absen? Culture Week?” kata pak dosen dengan pandangan ngeri.

“Yes sir… Because of preparation for Culture Night”

“What did you perform for Culture Night?”

“Saman sir, its kind of traditional dance”

“Oh…” dan pak dosen pun berbalik melanjutkan materi.

HWAKAKKAKAKAK dalam hati, pandangan sinis sekelas. Mayan lah nggak jadi presentasi. Nilai no problem, tampil di Culture Night kan dah masuk itungan Communication Skill. Mampu menyampaikan budaya ke masyarakat lokal.

***

Jadi kata “ngeri” yang dialamatkan ke pak dosen nih sebenernya maknanya beda.

Bunga Mawar diatas meja...

Bunga Mawar diatas meja…

Ada beberapa anak yang telat pas ke kelas. Pengalaman sebelumnya kalo telat bakal habis. Habis dikata2in. Entah, ada yang iseng bawa bunga ke kelas. Bunga mawar metik dari taman kayanya. Mungkin maksudnya biar pak dosennya nggak marah.

…dan berhasil. Pak dosennya nggak marah. Senyum ngeri gimana gitu.

Ngeri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s