Waiting for Miracle of China

Hai hai haiiiii….

kembali lagi Mimin di tengah-tengah para pembaca semua.

Lamaaa banget Mimin gag nulis. Malah sebulan kemaren cuma menghasilkan satu tulisan ajja. Aslinya kepikiran sih, tapi bener-bener gag ada waktu.

Sebulan kemaren Mimin bener-bener disibukkan dengan segudang tugas. Entah mengapa para dosen-dosen itu sibuk banged ngasih mahasiswinya yang cantik ini dengan pizza rasa lelah begitu.😥

Mimin mau cerita apa yaaa…

Oia, cerita tentang Mimin yang gag jadi ke India, Jepang dan Jerman dech yaa,,,

Bukan karena banyak duit Mimin mau ke negara-negara besar ini. Tapi, semata-mata mau memanfaatkan segala macam bentuk beasiswa yang ditawarkan.

Progam yang ditawarkan ke-tiga negara itu semacam pertukaran budaya gitu. Tapi bukan negara yang mengadakan, namun beberapa universitas yang ada disana. Mimin sih emang suka ikutan beginian, tak terhitung jumlah cv yang Mimin ajuin keberbagai universitas. Dan tak terhitung pula yang ditolak. Hehehe…

Biasanya sih diem2 ikutan yang beginian, kecuali yang ke India. Mimin cerita keikutsertaan ke ayah Mimin.

Ayo jalan!” kata ayah Mimin suatu sore.
Ngga ah, males keluar rumah,” jawab Mimin.
Yaudah,”

Beberapa jam kemudian.

Nih, buat ke India. Semoga ajja cukup buat baju2mu,” kata ayah Mimin, sambil nyodorin koper baru.
Hah?” Mimin bengong, “buat apaan?”
Lha katanya mau ke India? Ini buat kesana,” jelas ayah.
Aduh Ayahhhh… kan belum pasti aku kesananya, masih ada proses seleksinya juga,” sanggah Mimin.
Yaaa… biar optimis bisa masuklah!!,” lanjut ayah.
Mmmm… iya dech.”

Sumpah beban banged buat Mimin. Pasalnya Mimin ajja pesimis bisa masuk. Asli. Soalnya ini persaingan sampai antar negara. Dan benar saja, dihari pengumuman pun tak ada satu email pun yang masuk. Okke, it’s fine.

Pelajaran banged dech, lebih baik gg cerita ke ortu kalo emang belum pasti masuk seleksi. Ada baiknya kalo udah punya optimisme dan punya keyakinan bisa masuk baru dah cerita ke ortu.

Sekarang permasalahannya beda lagi. Mimin ikutan lagi progam yang semacam di India itu. Kali ini China tujuan Mimin. No basic in Mandarin, no basic in chiness culture. Seperti asal ikut ajja. But ini beda. Mimin lolos cinnnnn… tapi tetep galau.

Galau? Kenapa bukan seneng? Soalnya akomodasinya agak menggelegarrrr gimanaaa gitu. Mimin belum bilang ke ortu. Bingung mau bilangnya. Tapi, temen2 ada men-suport, kapan lagi bisa kesana, karena temen2 pada tau kalo Mimin sering gagal, hahaha…

Pelajaran apa yang bisa diambil? Pelajaran tentang kesempatan. Apapun kesempatan yang ada didepan kita ada baiknya kita ambil. Mimin selalu berpegang pada berani maju satu langkah untuk tau akhir langkah. Kita tidak pernah tau kesempatan mana yang akan berpihak ke kita. Di dalam setiap kesempatan itu selalu ada kisah, pelajaran hidup dan yang terpenting ada banyak ilmu baru. Tidak ada suatu kejadian yang terjadi tanpa seizinNYA, so tidak perlu takut untuk gagal, akan ada yang selalu menopangmu dia Yang Maha Memiliki Ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s