Menuju Islamabad #2 (Bangkok)

Sebelumnya, nggak terlalu banyak persiapan yang Maman lakukan buat jalan-jalan ke Bangkok, baik itu persiapan informasi maupun duit. Malah sebenernya nggak ada persiapan. Mungkin karena dah ada temen yang bakal jemput disana, jadinya dah yakin bakal aman ntar. Dan itulah salah satu kesalahan yang membuat acara jalan-jalan ini agak terganggu.

Yang pertama adalah banyaknya obyek wisata di Bangkok yang nggak mungkin bisa di kunjungi semua dalam waktu singkat kalo nggak pake manajemen waktu. Yang kedua adalah mengenai makanan halal yang susah ditemui dan kalopun ada harganya 2 kali lipat makanan lainnya. Tapi bagaimanapun tetap harus disyukuri karena nggak semua orang diberi kesempatan untuk bisa jalan-jalan ke Bangkok, termasuk Mimin.

# Hari 1
Maman keluar dari imigrasi Suvarnabhumi Airport sekitar jam 4 sore. Sekitar sejam lebih ngantri buat imigrasi karena antrian yang cukup panjang. Sebenernya ada loket khusus untuk warga ASEAN, tapi Maman baru menyadari setelah Maman dah antri lama di barisan Foreign Passport. Setelah itu langsung ketemu temen Maman.

Tips buat temen-temen yang bawaannya banyak kaya Maman, koper yang gede2 bisa dititipin di konter Lost Baggage dengan biaya 100 baht perhari (38ribuan). Hitunganny bener2 24 jam. Jadi kalo misalny masuk jam 16, maka kalo besokny ngambil jam 16.30 bakal masuk hari kedua. (sori g ada foto konterny)

Setelah itu kami turun ke lantai paling bawah menuju stasiun KRL Airport Line. Berhubung temen Maman tinggalnya di daerah Ratchprarop, maka biayany 40 baht (15ribuan). Seimbang lah biaya yang dikeluarkan dengan jarak tempuhnya. Ditambah keretanya nyaman, kenceng, n ga kena macet. Tapi berhubung kereta airport ini jalurnya khusus, mungkin jumlah armadany nggak terlalu banyak sehingga Maman perlu nunggu setengah jaman.

lumayan jauh, jarak tempuh nggak sampe 30menit...

lumayan jauh, jarak tempuh nggak sampe 30menit…

Rumah temen Maman nih cukup strategis tempatnya. Deket dengan BTS (semacam monorel) dan Airport Line dan tempat kuliahnya di Mahidol University. Jadi dari situ nggak perlu bingung kalo mau kemana2.

Setelah rapi-rapi, sholat, dan segala macem, sebelum maghrib kita cao keluar cari makan. Secara gitu Bangkok kan bukan kota muslim, jadi ya kita nggak bisa sembarangan makan. Tapi untung tak jauh ada kampung muslim yang banyak jual makanan halal. Cuma sekitar 2km. Namanya Soi 7 (gang 7) ato jalan Surao (kata google maps).

mau makan aja harus jalan 4km PP...

mau makan aja harus jalan 4km PP…

menunya Tom Yam dan es Bandung (entah kenapa namany bandung)

menunya Tom Yam dan es Bandung (entah kenapa namany bandung)

Selesai makan, kita sholat maghrib di masjid deket situ. Berhubung temen Maman ada keperluan, maka setelah makan kita langsung balik ke rumah.

Cerita-cerita berikutnya akan Maman tulis di artikel berikutnya. Di bawah ini cuma catetan Maman kemana aja selama di Bangkok. Ditulis biar nggak lupa.

– Bearing – Muang Baron (Ancient Siam)
– Terminal 21
– Century

– Sanam Luang – Grand Palace
– Khao San Road
– Vimanmek Palace
– Asiatique

– Wat Saket (Golden Mount)
– National Stadium
– Victory Monument
– Suvarnabhumi Airport

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s