Bangkok Day 3

Makin hari makin lupa. Cepet-cepet ditulis aja biar nggak semakin lupa. Ini cerita lanjutan yang kemaren.

Hari ini si Ariz nggak bisa nganter karena ada kelas. Jadi Maman jalan ndiri. Tujuan objek wisata yang di kota Bangkok aja. Katanya sih belum sah ke Bangkok kalo belum ke Grand Palace (keratonnya kerajaan Thai). Grand Palace ni free buat orang Thai. Sebenernya kita orang indo kan wajahny mirip2 Thai, jd klo lg luck kita bisa masuk gratis. Tapi kemaren lg bad luck aja jadi (terpaksa) bayar 500 baht (170ribuan).

Maha Prasat Palace yang miniaturnya di Muang Baron kemaren...

Maha Prasat Palace yang miniaturnya di Muang Baron kemaren…

Dari Victory Monument naik bis. Lupa bisnya nomer berapa. Tapi jangan kawatir, cukup dengan modal Google Maps semua aman. Ketik tujuan dan asal, ntar muncul list bisnya. (Kapan ya Kopaja kaya gini? Maman lebih berani jalan sendiri ke BKK drpd JKT)

Grand Palace ni terbagi menjadi 2 zone. Sebenernya ada banyak zone, tapi yang dibuka untuk umum cuma 2 zone (ini menurut Maman y pembagian zoneny). Zone yang pertama itu komplek ibadahnya yang mana terdapat Temple of Emerald Buddha. Di zone ini istilahnya tempat wisata religinya umat Buddha soalnya banyak tempat-tempat sembahyang (meski lebih banyak yang putu2 drpd sembahyang). Main objectnya apalagi kalo bukan sang Buddha yang terbuat dari emerald (zamrud) utuh.

tuh Buddhanya keliatan kecil... cuma boleh poto dr luar...

tuh Buddhanya keliatan kecil… cuma boleh poto dr luar…

Zone kedua adalah zone Istana. Istana-istana raja, kuil tempat pelantikan raja, dsb. Yang paling gede ya itu Maha Prasat Palace. Disitu ada museum senjata yang menampilkan senjata2 yang dipakai militer kerajaan jaman dulu, baik itu senjata tajam atau senjata api. Tempatnya terpencil, jadi klo nggak jeli bakal kelewatan. Sebenernya kompleks Grand Palace ni bukan termasuk bangunan klasik ataupun peninggalan sejarah. Mungkin beberapa bangunan aja yang masih asli dari tahun 1700an, tapi yang lain baru 1970 keatas. Tapi di jaman yang modern gini, yang mana dah ada wallpaper, lukisan dan hiasan dindingnya masih dikerjakan manual oleh pelukis. Meski, kalo menurut Maman, ya masih bagusan touch of artnya orang Indonesia.

Di kompleks Grand Palace ni ada beberapa museum yang terpencil. Yang pertama Wat Phra Kaeo Museum. Letaknya sih searah ma pintu keluar tp ada pohon besar di depannya. Museum ini terdiri dari 2 lantai. Yang lantai 1 nggak berAC, menampilkan beberapa artefak Grand Palace dan foto2ny sebelum dan saat renovasi. Yang lantai 2 tempatny bersih, berAC, n berkarpet menampilkan beberapa barang kerajaan seperti batu2an, pecah belah, lukisan, dan kain2an. Tempat yang pas buat ngadem setelah muter2 Grand Palace.

Sebelum keluar, tempat ngadem berikutnya adalah Textiles Museum of Queen Sirikit. Queen Sirikit ni adalah ratu yang menjabat sekarang (istriny Raja Bhumipol). Museum ni menampilkan kekayaan tekstil Thailand serta beberapa gaun yang pernah dipake sang Ratu dalam berbagai acara kenegaraan. Museumny cukup lengkap dengan fasilitas multimedia terbaru karena ya emang baru dibuka tahun 2012.

Museum Decorations and Coins tempatny lebih tersembunyi lagi. Terselip diantara penjual souvenir, disitu tersimpan berbagai coin uang dan bintang emblem yang dimiliki kerajaan Thai dari jaman dulu ataupun yang pemberian negara sahabat. Nggak terlalu besar sih bangunannya tapi padat. Ketika itu lagi rame suasanany jd agak susah jalan. Kalo mau belajar tentang suatu batu ataupun coin, kita tinggal mencet tombol dibawahny, mau penjelasan dalam bahasa apa. Ada Thai, English, Français, Espána, dan lain (kecuali indo).

Setelah hampir 3 jam muter2 d Grand Palace, akhirnya Maman pun beranjak keluar. Buat kalian yang mau cari souvenir murah apalagi klo bukan postcard. Di depan situ ada ruko yang jual berbagai macam souvenir dan kantor pos. Silahkan langsung dikirim ke orang tersayang dengan biaya 15baht ke semua negara.

Tips di Grand Palace:

1. Hampir di kebanyakan Wat (kuil) ada aturan tentang berpakaian. Berpakaiannya harus menutup ‘aurat’, yaitu bawahannya nggak boleh ketat n diatas lutut. Daripada ntar disuruh beli kain penutup ato celana (sekitar 100-150baht), mending siap2 aja. Dan harus bersepatu, minimal crocs.

2. Datang selain hari senin. National Museum tutup kalo senin.

kompleks templenya... pas lagi rame buangeet

kompleks templenya… pas lagi rame buangeet

Sebenernya di belakang kompleks Grand Palace ni ada beberapa Wat lain yang menarik seperti Wat Arun dan Wat Po. Cuma karena kita pengen yang gratisan, kita lanjut ke Vimanmek Mansion yg tiketnya dah inlude sama Grand Palace ni. Rumah kayu jati yang di klaim terbesar di dunia ini letaknya lumayan jauh jadi kita memutuskan untuk jalan-jalan ke Malioboronya Bangkok, Khao San Road.

Jalan kaki ke Khao San, lanjut naik tuk-tuk...

Jalan kaki ke Khao San, lanjut naik tuk-tuk…

Nggak ada yg spesial di Khao San kecuali mungkin penginapan murah n suvenir murah. Nggak lama, kita lgsg ke Vimanmek ngejar jam 3 soalny mau tutup.

Bener-bener gede... tp yg untuk umum cuma terbatas....

Bener-bener gede… tp yg untuk umum cuma terbatas….

Mungkin karena takut kayunya rapuh ato kenapa, masuk sini ketat banget. Tas harus dititipin, alas kaki di lepas, metal detector, nggak boleh bawa hape, kamera, n cairan. Tapi berkat pengamanan ketat seperti itu, didalemnya bener2 terawat. Barang2 peninggalannya masih cakep dan bersih berkilau. maman cuma sejam disini soalny dah mau tutup.

***

Di samping Vimanmek Palace ni ada Dusit Zoo, semacam kebun binatang kerajaan. Sayangnya Maman baru tau kalo ada zoo setelah dah naik bs menuju pulang. Ya udah kapan-kapan deh.

Balik ke rumah bentar, Ariz dah selesai kuliah. Abis maghrib kita jalan lagi ke Asiatique. Komplek pasar malam pinggir sungai yang eksotis dengan nuansa British. Paling asik menuju kesana tuh pake kapal. Gratis pula. Naik BTS turun Saphan Taksin, dari situ turun tangga menuju dermaga.

Sayangny mihil-mihil...

Sayangny mihil-mihil…

Tidak terasa sudah 3 hari d Bangkok, besok malem udah di Islamabad. Tapi jangan khawatir, hari terakhir di Bangkok nggak kalah seru. Emang Maman nggak sempet nyobain semua mainan di Bangkok, tapi semoga suatu hari nanti dengan seseorang yang spesial bisa main kesini lagi ataupun negara lain yang tentunya lebih WOW dari ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s