Militer Tunisia dan Mesir

Hai hai haiiii…

Sepertinya pembaca sekalian banyak yang mencari artikel yang berhubungan dengan akademik ya. Oleh sebab itu, Mimin mencoba untuk berbagi dari apa yang Mimin baca ya. Berkat pembaca sekalian Mimin jadi termotivasi untuk ngebaca nih. Alhamdulillah, Mimin sekarang lagi ada di dalam lingkungan yang mendukung sekali untuk menulis beberapa kesimpulan2. Semoga kedepannya cita-cita MamanMimin “Biar LDR tapi Tetep Bisa Berkarya” ini dapat tercapai ya…

Well, barusan Mimin abis baca satu artikel dari Najamuddin Khairurrijal yang judulnya “Perbandingan Keterlibatan Militer dalamTransisi Demokrasi di Tunisia dan Mesir Tahun 2011”. Beliau ini lulusan terbaik di angkatannya.

Pada prodi Ilmu Hubungan Internasional ada ketentuan dalam hal banding-membandingkan. Kalo di kampus Mimin ada mata kuliah khusus nih guys, namanya mata kuliah Teori Perbandingan Politik. Sedikit yg Mimin ingat dari tulisan ini adalah menjadi hal yang terpenting dalam membandingkan sesuatu adalah kesamaan posisi. Maknanya, jika kalian mau membandingkan suatu negara maka point utama adalah membandingkan negara yang memiliki sistem politik yang sama. Menjadi hal yang tidak masuk akal jika teman-teman sekalian membandingkan politik Amerika dengan politik Indonesia. Kenapa? Karena dari kedudukan negara saja sudah beda lantas bagian yg masuk akal mana yg bisa dibandingkan. Seperti itu singkatnya.

Tulisan yang judulnya “Perbandingan Keterlibatan Militer dalamTransisi Demokrasi di Tunisia dan Mesir Tahun 2011” ini Mimin suka. Beliau bisa membuat Mimin membaca keseluruhan tulisan. Pemilihan kata yang sederhana namun tetap ilmiah membuat Mimin terhanyut. (aiiiihhhh…)

Keterlibatan militer dalam suatu negara adalah sangat penting. Tapi ternyata keterlibatan militer sendiri memiliki tipe-tipe untuk mengkajinya yang kemudian disebut dengan pretorianisme. Pretorianisme sendiri memiliki variannya yaitu moderator, guardian dan ruler. Kemudian hasil penelitian dari Najamuddin Khairurrijal ini menyatakan bahwa keterlibatan militer di Tunisia bertipe moderator pretorian. Sementara keterlibatan militer di Mesir bertipe guardian pretorian. Nah, pretorian ini selanjutnya membentuk suatu hubungan antara sipil (tau kan arti masyarakat sipil? Tau donggg…) dan militer menjadi democratic competitive untuk Tunisia dan military olygharcy untuk di Mesir. Pretorianisme digunakan untuk menganalisis sikap, posisi dan peran militer.

Untuk lebihnya monggo dicari sendiri yaaaa… hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s