Undangan Makan

Jam menunjukkan pukul 12.30 waktu Pakistan. Kelas sudah bubar, sebagian mahasiswa kelas Maman pada meninggalkan kelas. Maman masih nyante-nyante aja duduk. Soalnya hari ini merupakan hari pertama semester baru musim semi. Maman ngobrol-ngobrol ke temen-temen, cerita-cerita tentang liburan musim dingin ngapain aja.

nasi goreng sosis

ilustrasi makan siang… bukan ini yang Maman makan sebenernya

Dah bosen, Maman beranjak mau pulang. Basa-basi, Maman ajak temen buat makan siang di hostel. Nggak ada niatan apapun, asli cuma pengen ngajak makan siang. Toh mereka pulang jam 13.40, jam keberangkatan bus kampus ke semua jurusan.

Maman: “Wanna take a lunch? Your bus at 13.40 right?”
Umeir: “What’s the menu?”
Maman: “Biryani. We will eat in my mess* on my own.”
Umeir: “OK. Challo. (Sambil ngajak Samer, temen Maman yang lain)”
Samer: (ngomong urdu kira-kira artinya begini) “Ga usah lah, kasihan bill dia banyak ntar”
Umeir: “OK Maman, because he didnt want to join I also cant join you”
Maman: “Oh OK, next time yes”

Maman pun pergi. Biasa aja ga ada rasa gondok ato marah. Pulang dan Maman pun langsung makan sendiri. Biryani pake Dal Chana plus yoghurt tomat. Pas lagi makan, eh ada SMS masuk.

Samer: “Where are you?”
Maman: “Mess hostel 3”

Beberapa saat kemudian si Samer dateng sama si Umeir. Si Samer wajahnya melas kaya abis dimarahin si Umeir. Saya langsung ajak dia duduk n Maman mau pesenin makanan tapi dia nolak.

Samer: “Sorry Maman, I hope you dont mind if I deny your treat. Its not hurt you right?” minta maaf dengan wajah memelas.
Maman: “Oalah. No, no problem. I dont feel hurt.”
Samer: “OK thank you, i go home now.”

Maman bengong di pergi gitu. Hahaha… Kirain ada masalah apaan. Tampaknya dalam budaya Pakistan menjamu tamu adalah hal yang amat sakral. Di satu sisi, status Maman sebagai orang asing di sini adalah tamu bagi mereka dan mereka merasa merekalah yang harus menjamu Maman selama Maman di Pakistan. Tapi di satu sisi kejadian barusan posisi mereka sebagai tamu dan Maman mau menjamu mereka. Dilema.

Semakin hari semakin banyak saja menemukan budaya unik di sini.

*mess: tempat makan yang disediakan bagi semua penghuni hostel dengan menu Pakistani. penghuni hostel setiap akhir bulan akan menerima bill tagihan untuk makanan yang sudah dimakan selama sebulan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s