Skala Prioritas Aktifitas

Kalo kata beberapa motivator dan orang sukses, fokus lah pada satu keahlian dan dalami sampe jadi master dalam bidang itu. Tapi Maman nggak bisa seperti itu. Maman tuh tipe orang bosenan dan ingin selalu mencoba hal baru. Maman nggak pernah punya hobi yang tahan lebih dari 2 tahun. Rata-rata setelah mendalami hobi itu setahun lebih dikit, dah merasa agak pinter, abis itu ditinggalin buat mencoba hal baru. Tapi ini cuma berlaku di aktifitas lo ya, klo sama Mimin nggak tau kok belum bosen-bosen.

Maman datang ke Pakistan dengan maksud belajar di bidang Fisika Nanoteknologi. Orang tua Maman pun meminta Maman untuk belajar tekun, fokus, ambil banyak ilmu, n cepet pulang. Eh tapi setelah sampe di sini malah kuliah yang nomer sekian. Akhir-akhir ini Maman lagi disibukkan dengan berbagai kegiatan di luar kuliah.

Yang pertama, Maman lagi sibuk menjadi penyiar di salah satu radio streaming pelajar Indonesia. Selain sebagai penyiar, Maman juga menjabat sebagai tim teknis dan humas. Cukup menyita waktu. Tapi banyak keuntungan yang bisa Maman ambil disini antara lain meningkatkan skill berbicara dan presentasi, bercengkerama dengan orang dari berbagai bidang, dan menambah relasi.

Di organisasi mahasiswa Indonesia di Islamabad, Maman menjabat sebagai bagian bendahara di Koperasi Mahasiswa Indonesia. Belajar bertanggungjawab memegang uang rakyat yang beribu-ribu dollar menjadi keuntungan tersendiri disini. Maman juga menjadi ketua di organisasi almamater. Maman juga sekarang dipercaya masuk timnas Indonesia, jadi tiap sore harus udah di lapangan buat latihan atau tanding dengan negara lain.

Nggak puas dengan dapet ilmu dari kelas, Maman ambil juga kuliah online di Coursera. Tiap hari nonton video kuliah onlinenya, diskusi di forumnya, n ngerjain tugas2nya. Malah kayanya lebih semangat belajar di kuliah online daripada kuliah nyata. Mungkin karena kalo nggak paham videonya bisa diputer ulang. Nyari resep baru, ngeblog, kursus bahasa mandarin, dan tentunya ibadah juga menjadi kegiatan rutin Maman akhir-akhir ini.

Maman emang agak kurang dalam mengatur skala prioritas. Lebih semangat di bidang yang sebenernya kurang diprioritaskan. Tapi yasudahlah. Semoga aja aktifitas yang sebenernya kurang diprioritaskan ini apabila dikerjakan dengan maksimal bisa memberi manfaat kelak.

Semales apapun kuliah, Maman berusaha untuk tetap masuk. Setidaknya lapor muka ke dosen. Demi menjaga semangat belajar nggak terlalu melenceng jauh.

6 thoughts on “Skala Prioritas Aktifitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s