Divergent , Movie Review

Mau ngebahas film baru nih, Divergent, dah pada nonton?

Mimin baru nonton hari Senin (24-03-2014) kemaren. Maaf sebelumnya, Mimin gag nonton bagian awalnya, kelamaan di kamar mandi soalnya, hehe…

Film ini tidak sama dengan Trilogi Hunger Game, berbeda pada plot ceritanya. Namun, tetap berbicara tentang Utara-Selatan seperti dalam peace politics. Kalo di Hunger Game berbicara tentang pembagian manusia berdasarkan distric yang disebabkan oleh peperangan sebelumnya, sedangkan di Divergent pembagian berdasarkan nature character per-individu.

Ada 5 macam pembagian. Pertama Abnegation, mereka adalah kelompok sosial yang memiliki sifat alami sebagai seseorang yang suka menolong, saling mengasihi, yaaa yg baik2 lah dan mereka yang menguasai pemerintahan. Kedua ada Dauntles, ini kelompok sound of anarchy klo kata Mimin. Kelompok yang memiliki sifat alami sebagai seorang pemberani, tak punya rasa takut, kuat, tidak hanya menggunakan otot tapi juga menggunakan otak. Mereka adalah pasukan penjaga keamanan kota atau polisi. Ketiga, Erudite, mereka adalah kaum cendikiawan, hampir seluruh ilmu pengetahuan mereka tahu. Keempat ada Candor, kelompok ini adalah kelompok penegak hukum, jujur, adil. Kelima adalah Aminity, kelompok petani, yang selalu bahagia dan mereka yang bertanggungjawab atas pasokan pangan di kota. Oia, mereka punya warna pakaian yang berbeda2, Abnegation warna abu2 lusuh, Dauntles warna hitam, Erudite biru, Candor putih dan Aminity orange.

Pemeran utama namanya Beatrice dari kaum Abnegation, ayahnya seorang yang penting dalam kursi pemerintahan. Beatrice merasa dirinya bukanlah bagian dari kaumnya, karena dia tidak sepeka dan setulus hati jika harus menolong kaum yg tertindas atau non-faksi. Di kota tersebut anak2 berusia remaja ada waktunya mereka menentukan nasib untuk memilih faksi mana berdasarkan sifat alami sesudah uji lab. Disinilah Beatrice menemukan alasan mengapa ia tidak seperti ayah, ibu dan kakaknya. Ternyata ia adalah seorang Divergent. Berdasarkan laboran yang mengujinya ia menyatakan bahwa Beatrice sebaiknya kembali ke keluarganya dan tetap pada kelompok Abnegation.

Beatrice menurut, ia pulang dan mengatakan kepada keluarganya bahwa ia sakit dan diperbolehkan pulang oleh laboran. Pada hari penentuan Faksi ternyata Beatrice memilih untuk menjadi Dauntless, karena ia semenjak kecil sangat terobsesi menjadi bebas seperti Dauntless. Kalo diibaratin dalam satu kampus, Dauntles ini seperti Fakultas teknik yang selalu rame, sedangkan Erudite seperti anak kedokteran, Abnegation dan Aminity seperti anak FISIP dan Candor otomatis seperti anak hukum. hehe… lanjut. Kakak Beatrice malah memilih masuk ke kaum Erudite.

Beatrice merasa telah menemukan kehidupannya, yang bisa tertawa, berlari, seperti yang dilakukan oleh Dauntless. Ternyata untuk masuk kelompok ini juga membutuhkan kerja keras yang extra. Mereka harus melakukan serangkaian test. Disinilah Beatrice tertantang untuk lulus test, karena kemapuannya yg dibawah standar drpd teman2 lainnya. Dan disini pulalah Beatrice bertemu dengan teman seperjuangan sesama Divergent.

Menurut cerita film, Divergent adalah mereka yang memiliki kelainan. Mereka bisa menjadi kelompok apapun yang mereka inginkan. Dikarenakan kehebatannya ini mereka dianggap sebagai kelompok yang akan menyebabkan peperangan akan terulang. Akhirnya para Divergent ini diburu untuk dimusnahkan.

Mimin agak sedikit bingung sih di klimaks film ini, antara mengejar divergent atau untuk membumihanguskan kaum Abnegation. Kok Abnegtion dihancurkan? Menjadi sifat dasar manusia kalo ingin selalu menang. Kaum Erudite tidak suka jika Abnegation yang memimpin kota, untuk itulah berbagai cara dilakukan. Mereka membuat serum yang bisa mengontrol manusia lewat jaringan komputer. Serum itu disuntikkan kepada kelompok Dauntless. Jadi Tetua kaum Erudite dan Dauntless bersetongkol bersebandeng untuk membumihanguskan. Anehnya serum ini tidak mempan untuk mereka yang divergent.

Akhir cerita …. nonton sendiri yaaa….

hehehe…

seru kok, Mimin insya Allah menanti kelanjutannya “insurgent” …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s