Filsafat Penjaga Gawang

Sekali-kali nulis yang agak berat lah…

waktu lg main futsal ma temen-temen Indonesia

waktu lg main futsal ma temen-temen Indonesia

Semenjak menjadi seorang penjaga gawang di Timnas PPMI Pakistan, Maman jadi sering mikir dan berfilsafat gitu. Kok bisa? Ya soalnya jadi kiper kan sering nganggurny nunggu bola dibelakang jadi banyak bengongnya. Haha… Soalnya kapan kemaren Maman pernah gunakan waktu nganggur itu dengan latian-latian dribble gitu sendiri, eh taunya malah salah teknik, jatuh, n keseleo. Diketawain pula…

Untuk itu Maman mau tulis hasil berfilsafat Maman tentang penjaga gawang.

Penjaga gawang selalu berbeda
Penjaga gawang punya aturan yang beda dengan pemain lainnya. Kalo pemain lain ga boleh nyentuh bola pake tangan, kalo penjaga gawang dibolehkan oleh FIFA untuk menyentuh bola meski sebatas di dalam kotak penalti. Penjaga gawang juga beda dari sisi penampilannya. Penjaga gawang selalu menggunakan baju dengan warna yang beda dengan pemain lainnya. Selain itu penjaga gawang dilengkapi dengan sarung tangan yang berguna mempermudah menangkap bola dan melindungi tangan dari nyeri.

Kalo dicocokkan dalam kehidupan, ga perlu lah ada rasa minder dalam diri kita kalo kita berbeda dengan yang lain. Maman seh emang sukanya yang beda-beda gini.

Jarang orang mau jadi penjaga gawang
Harus rela jatuh-bangun nangkep bola, resiko keinjek, stay-focused. Kalo main di kampung-kampung, jarang ada anak yang mau jadi penjaga gawang. Maunya jadi penyerang, cetak gol, trus bisa selebrasi kaya pemain bintang pujaan. Biasanya yang (disuruh) jadi penjaga gawang adalah yang gendut, semacam yang ga bisa lari. Itupun nyuruhnya agak maksa dan yang disuruh cuma bisa pasrah. Tapi ketika kebobolan, penjaga gawang biasanya yang paling disalahkan. Seakan semua prestasi blocking yang sudah dilakukan untuk menghindarkan musuh membobol gawang terhapus.

Mungkin seperti inilah kondisi masyarakat kita saat ini. Seberapa besar prestasi yang pernah anda raih, orang hanya akan melihat kejelekan anda. Pun penjaga gawang juga ga pernah selebrasi kalo abis ngeblock bola. Dibutuhkan karakter rendah hati dalam diri Penjaga gawang. Maman banget. Haha…

Penjaga gawang adalah orang yang setia
Setia menjaga gawang. Cocok buat pasangan hidup. Gawang yang udah fix di lapangan n ga bakal kemana2 aja rela dia jagain, apalagi kalo disuruh jagain kehormatan cewek. Beuuh…

***

Mungkin ini sedikit dari Maman. Agak ga nyambung sih tapi semoga menghibur. Boleh dibilang penjaga gawang adalah sosok pemimpin masa depan. Rendah hati, unik, bertanggung jawab, setia, paling banyak lukanya, tidak sombong, dan berbadan sehat.

Bolehlah dishare filsafat kalian masing-masing tentang hobi kalian…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s