Ramadhan Ketiga di Negeri Ali Jinnah

Hmmm…  Semua sudah terasa biasa.

Tidak terasa Maman dah tahun ketiga di Pakistan. Semua sudah terasa biasa. Makan biryani dah terasa biasa, ke Faisal Masjid dan Pakistan Monument juga dah biasa, galau sahur jauh dari keluarga dan ngidam makanan Indonesia juga dah terasa biasa. Karena semua sudah terasa biasa, jadinya jadi males gitu nulis betapa excitednya kehidupan disini.

Iya, beneran excited.

Kemana-mana ketemu metal detector. Kanan kiri satpam pada bawa shotgun. Mobil patroli lengkap dengan senjata laras panjang keliling dimana-mana. Keren kan. Semua itu sebenernya bisa jadi tulisan.

Nah di Ramadhan kali ini, seperti biasa Maman dan Mimin saling bersaing dalam suatu hal. Kalo dulu pernah balapan khatam quran, sekarang kita mau balapan nulis. Semua demi kembali meningkatkan rating blog ini.

Ramadhan kali ini Maman dan Mimin berniat untuk mengurangi intensitas telponan karena ingin fokus ibadah. Sebenernya ini tawaran Mimin sih, tapi seperti biasa paling ntar Mimin ndiri yang ga kuat. Haha…

Yaudalahya guys, Ramadhan Mubarok…

3 thoughts on “Ramadhan Ketiga di Negeri Ali Jinnah

  1. kang maman, ceritain lagi donk tentang kebudayaan pakistan, lebih lagi tentang kebudayaan wanita pakistan.
    Apakah bener wanita disana dilarang keluar rumah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s