Pemberdayaan kota

Hari ini Mimin ada dua janji buka bareng. Satu bareng mantan anak didik Mimin dan satu lagi buka bareng dengan teman2 organisasi sambil bagi2 makanan untuk anak jalanan dan ibu2.

Ada yang ingin Mimin share disini. Pengalaman ini adalah Pengalaman pertama bagi Mimin. Kalo biasanya langsung ke panti asuhan kali ini harus keliling kota untuk mencari tempat2 anak jalanan itu mangkal. Sayangnya Mimin gag bawa camera.

Fenomena yang Mimin ingin Mimin share ialah kemana negara? katanya janji bakal melindungi mereka. Tuna wisma seperti mereka benar2… ah, entahlah bagaimana lagi harus diungkapkan. Sebenernya Mimin punya ide untuk mereka dan untuk kota Mimin ini. Ada suatu daerah di pusat kota yang kelihatannya tidak terlalu diperdayagunakan. Dulunya lokasi ini sebagai pusat ekonomi alias pasar.
Menurut Mimin (mohon dikoreksi jika salah), jika pemerintah daerah ataupun pusat memang serius bisa saja para tuna wisma ini diperdayagunakan yang nantinya berbuah keuntungan untuk mereka sendiri. Begini ide Mimin. Di daerah yang Mimin sebut barusan kan bisa saja pemda beli atau pemda kontrak untuk kemaslahatan para tuna wisma. bikinkanlah rumah susun atau panti sosial yang besar. Mungkin terlihat menglenakan ya ide Mimin. tapi tunggu bentar No free lunch. Para Tuna Wisma ini juga harus dibekali keterampilan. Hasil keterampilan mereka adalah karcis untuk dapat makan atau tempat tidur. Ide Mimin bisa berupa tempat yang disewa tadi digunakan aula yg besar untuk sekedar makan 3x sehari atau dibuat rumah singgah yg layak.
Bagaimana pemasukannya? Nah ini butuh konsistensi dari seluruh warga kota. sumbangan bisa terarah tapi tidak sekedar sumbangan, bisa saja hasil prakarya dari para tuna wisma diberikan kepada si donatur sebagai rasa terima kasih. jadi, tidak ada yg terbuang. Atau apa sajalah. Yang terpenting paara tuna wisma itu tidak hanya diberi makan namun jg keterampilan yg menghasilkan. Mimin gag ngusulin pake dana APBN/D biarkan dana itu untuk membangun saja atau untuk pendidikan, kesehatan agar keberlangsungan ekonomi berdampak langsung ke seluruh penjuru kota. Sehingga strata sosial tidak terlalu ekstrim bedanya.
Untuk tempat bisa menggunakan Lahan di daerah mati (tidak lagi dipergunakan) ada baiknya disediakan untuk jaminan sosial bagi seluruh rakyat. contohnya bikinlah rumah susun. Kemudisan para koruptor dibebankan untuk melayani mereka. contohnya jadi tukang laundrynya mereka, atau yang ngemasakin mereka pake sebagian uang denda kepada negara.

Andaikan semudah itu dijalankan. hehe, maaf lagi ngekhayal…
yuks nungguin hasil KPU…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s