Maman Mimin Menghilang Sesaat

Dan inilah postingan pertama di bulan Agustus. Hampir 2 bulan Maman nggak nulis di blog ini. Ada yang kangen? Kayanya sih ga ada. Haha…

Tapi emang sih ada beberapa email dan mention yang masuk menanyakan kemana penulis blog ini (dan pertanyaan basi tentang cowok Pakistan huft). Maman ga kemana-mana kok guys, masih di Islamabad aja. Mimin juga masih di Indonesia. Kita juga nggak putus, lagi mesra2 aja. Ya tapi emang ada beberapa kesibukan yang akhirnya membuat kami menghilang beberapa waktu dari menulis. Okelah Maman akan cerita kemana aja kami sebulanan ini. (liat archive bentar, dari kapan terakhir nulis)

Setelah euforia World Cup Brazil kemarin, Maman langsung fokus menghadapi mid-term summer course. Yah nasib mahasiswa pemalas ya, summer yang harusnya dipake liburan pun harus ditebus untuk semester pendek. Saking fokusnya belajar (halah pret) Maman nggak sempet nulis blog.

Setelah berpuas belajar, trus Maman disibukkan dengan kegiatan Lebaran. Jalan-jalan keliling kota Islamabad, orderan kue lebaran, dan menghadiri open house dari beberapa staf KBRI dan masyarakat Indonesia disini membuat Lebaran kali ini nggak bikin boring. H+3 Lebaran Maman juga berkesempatan main ke Lahore untuk jalan-jalan. Nah di Lebaran kali ini juga ada hal menarik dalam hubungan Maman Mimin, yaitu bersilaturahimnya ortu Maman ke rumah Mimin. Bahkan efeknya bikin yang di Islamabad ikut dag dig dug. Mungkin biar Mimin aja yang nulis gimana kesan-kesannya.

Setelah itu suasana ibukota mulai memanas. Pada hari kemerdekaan Pakistan tanggal 14 agustus, demo para pendukung Imran Khan dan Tahir Qadri yang menuntut lengsernya PM Nawaz Syarif yang diduga melakukan kecurangan dalam pemilu membuat KBRI memutuskan mengevakuasi masyarakatnya ke beberapa save houseSave House adalah rumah-rumah para staf KBRI yang disiapkan sebagai tempat penampungan soalnya jalan akses ke KBRI rentan terblokir oleh massa pendemo. Jaringan komunikasi yang terbatas, sembako yang harganya merangkak naik, tapi kita tetep semangat merayakan hari kemerdekaan Indonesia 17 agustus, meskipun rencana menancapkan bendera merah putih di puncak Marghalla gagal dilaksanakan karena situasi keamanan ini.

Yah beginilah kondisi Maman sekarang di Islamabad, masih ganteng dan sehat kok. Haha… Sekarang Maman udah di hostel aja jadi insya allah akan rutin lagi nulis blog ini. Dan Maman besok mau ujian final term jadi mohon doanya ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s