Sukses tanpa Bangku Sekolah

November semangat… Masa Oktober kemarin cuma nulis satu artikel…

Akhir-akhir ini media Indonesia lagi rame tentang pemberitaan seorang menteri yang nggak lulus SMA yaitu bu Susi Pudjiastuti. Beliau diangkat oleh Pak Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Kerja. Bu Susi ni banyak mendapat komentar yang kurang enak terkait akademis beliau yang ‘dibawah’ rata-rata Menteri lainnya. Tapi meski beliau putus sekolah, beliau tetap belajar secara otodidak sambil mengembangkan bisnisnya hingga menjadi sukses seperti sekarang ini. Prestasi ini banyak memotivasi netizen untuk meninggalkan pendidikan formal karena tanpa sekolah pun bisa sukses.

bu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan

bu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan

Beralih dari bu Susi, sekarang ngomongin tentang Maman. Senin kemarin Maman agak ga enak badan karena malemnya Maman begadang ngerjain tugas sampe jam 1 pagi. Mungkin sebagian orang menganggap jam 1 tuh masih sore, tapi buat Maman yang ga biasa begadang itu dah malem banget. Karena cape begadang, ditambah paginya ngebut ke Faisal Masjid buat menghadiri seminar tentang peringatan Kashmir Black Day, pulangnya langsung tumbang.

Selasanya Maman ijin nggak masuk kelas, seharian lemes. Malemnya badan dah agak enakan, Maman gunakan buat belajar Quantum Mechanics, sebuah pelajaran yang sulit. Sadar dah ketinggalan jauh tentang subject ini dan perlu waktu buat belajar, Maman berencana membolos sampe jumat biar bisa fokus.

Jumat pun datang, dan bagaimanakah hasilnya…

Gagal. Gagal total. Malah selama rabu, kamis, jumat ga pegang buku sama sekali. Melenceng dari niat, baca yang lain, ngegame dan main-main. Waktu 3 hari terbuang sia-sia.

Buku dan catatan yang tergeletak 3 hari

Buku dan catatan yang tergeletak 3 hari

Tapi sebenernya tidak sia-sia. Maman mendapat sebuah jawaban. Mandiri, otodidak, belajar dari pengalaman luar sekolah, atau apapun namanya itu tidak mudah. Hanya sedikit orang yang mampu melakukan.  Hanya 1 orang berijazah SMP yang dipanggil menjadi Menteri dari 34 orang. Itu artinya peluang sukses (contohnya menjadi menteri) dari jalan otodidak hanya 3%. Jauh lebih besar peluang sukses melalui jalur pendidikan.

Maman nggak bermaksud meremehkan orang-orang yang mampu sukses tanpa pendidikan formal. Buat yang memang kurang mampu untuk mengenyam pendidikan, kalian masih punya peluang 3%. Buat yang mampu dan saat ini sedang belajar, jangan sia-siakan peluangmu sebesar 97% untuk sukses.

Belajar di sekolah itu memang ‘lebih mudah’ daripada belajar dari luar sekolah. Ada guru yang mengajari, mengingatkan, mendisiplinkan dan memotivasi. Kalo salah paling cuma diperingatkan atau dinasehati. Berbeda dengan diluar sekolah, gurumu adalah dirimu sendiri. Kamu yang mengajari dirimu, kamu yang mengingatkan dirimu, kamu yang memotivasi dirimu sendiri. Kalo salah tidak ada yang menasehati, bisa makin parah dan akibatnya fatal. Mungkin berurusan dengan hukum ataupun mati.

Tulisan ini Maman buat untuk diri Maman sendiri. Maman sering lupa, sering malas belajar, sering pengen pulang, menyianyiakan kesempatan yang ada. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat buat kalian.

Indonesia Kerja, Kerja, Kerja…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s