Tikus di Kamar Maman

Sekitar 2 minggu ini Maman ada perasaan yang nggak enak. Nggak enak karena tiba-tiba di kamar Maman ada lalat beterbangan. Biasanya di musim dingin tuh ga ada serangga sama sekali jadinya mungkin alasannya adalah kotor. Akhirnya Maman jadi rajin sekali untuk nyapu kamar dan negur temen kamar kalo belum buang sampah atau sepatu kotor masuk kamar.

Ternyata lalatnya masih ada…

Lalatnya, meskipun cuma ada 1 atau 2, cukup nyebelin. Sliwar sliwer pas lagi serius belajar adalah hal yang mengganggu konsentrasi. Pas malem, kadang suka nemplok di kaki dan bikin geli-geli gatel yang mengganggu tidur. Tepok tepok pake sapu, beberapa mati. Beberapa hari hilang tapi kemudian muncul lagi.

Hmm… Ada yang nggak beres berarti di kamar ini, Maman merasa. Segera Maman bersihkan segala sudut yang kiranya Maman rasa kotor sehingga menjadi alasan lalat untuk menetap di kamar. Bawah meja, bawah kasur, bawah kulkas, semuanya di bersihkan. Sekalian juga langit-langit dan kipas angin yang selama summer ga berhenti muter jadi cukup berdebu. Kasur dan bantal Maman jemur, tapi selimut nggak jadi di cuci soalnya Maman cuma punya 1 selimut yang sudah berjasa menemani selama 4 winter. Balkon yang sebenernya ga kotor Maman bersihkan juga.

Ternyata lalatnya belum juga minggat…

Aarrrggghhh… Frustasi dong. Lalat kan indikator untuk suatu tempat yang kotor. Maman bingung kotornya dimana padahal semuanya dah Maman bersihin. Meskipun lalatnya cuma 1, tapi itu sangat mengganggu baik untuk konsentrasi maupun kesehatan. Namun dalam kekalutan, muncullah sebuah jawaban.

Kemarin siang, Maman lagi di kamar sambil internetan di atas bed. Si Taofit dan Haqee juga lagi di kamar dengan kesibukannya masing-masing. Tiba-tiba dari bawah kulkas, muncullah sesosok bayangan kecil. Bayangan milik seekor tikus kecil…

Meennnn, ternyata selama ini kamar Maman ada tikusnya.

Di saat yang sama roommate yang lain juga liat. Gruduk gruduk kita segera mengejar, sang tikus langsung masuk kembali ke persembunyiannya yang ternyata di belakang kulkas. Dengan berbagai peralatan nggak jelas dan senter kita segera mencari dimana dia bersembunyi.

‘Weh, tikusnye sembunyi di enjin peti ni’ kata Taofit mengintip. Segera bersama-sama kita geser kulkas 2 pintu yang berat ini.

Karena kulkasnya lumayan berat, akhirnya kita cuma berhasil menggeser dikit. Kita gedor-gedor dan getok-getok untuk menakut-nakuti si tikus namun tak berhasil membuatnya keluar. Akhirnya kita mundur dan membuat ketenangan siapa tau tikusnya muncul lagi.

Dalam ketenangan, tikusnya muncul lagi dan berlari ke bawah meja Haqee yang dipenuhi tumpukan buku. Segera kita bongkar tumpukan bukunya dan Hap…, tikusnya tertangkap dan terjebak di ember yang sudah kita siapkan. Eh tapi belum sempet kita buang tikusnya dah kabur duluan dan sembunyi di kamar tetangga. Haha… biarin lah yang penting dah pergi dari kamar Maman.

Kamar berantakan banget abis perang sama seekor tikus ini. Dan dari tumpukan buku di bawah meja Haqee ditemukan banyak sampah-sampah sisa makanan tikus itu. Fiuuhhh… jadi disinilah sumber kotoran yang selama ini menjadi alasan lalat hinggap di kamar Maman. Akhirnya, bersama-sama kita bersihkan dan sekalian bersihin semua sudut kamar lainnya.

Alhamdulillah lalatnya dah nggak ada sekarang, nanti, dan (semoga) selamanya.

Sori nggak ada foto, lupa foto kemaren…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s