Jord Purana, Motivasi Dakwah dari Selatan Kota Lahore

Tabligh e Markaz…

Para Jamaah sedang mendengarkan ceramah via translator

Para Jamaah sedang mendengarkan ceramah via translator

Kalo temen-temen pernah melihat orang-orang berpakaian gamis putih dan bersorban, berjalan berkelompok, bawa carrier2 besar semacam orang mau camping, transit di masjid2 sambil berdawah mengenai islam dan iman, hampir di pastikan mereka berasal dari Markas Tabligh. Sebuah madrasah yang secara ukuran ga terlalu besar, nyempil di sebuah kelurahan kecil bernama Raiwind, menjadi tempat para pendakwah ini dilatih. Mereka tau bagaimana cara mengajarkan dan mengingatkan orang-orang muslim di seluruh dunia apa itu agama.

Konon, Tabligh e Markaz Raiwind ni mengadaptasi sistem serupa dengan yang ada di Nizamabad India namun lebih sukses secara kuantitas karena lebih banyak memiliki jamaah. Pada hari biasa, tak kurang dari 20.000 orang baik pakistani maupun asing yang belajar disitu. Tidak belajar juga sih sebenerny, lebih tepatnya recharge motivasi untuk berdakwah. Mungkin mereka transit sebentar sekitar seminggu ato sebulanan untuk mendengarkan tips-tips dan motivasi berdawah, habis itu mereka keluar lagi menuju daerah-daerah untuk mengajak orang sholat dan menghidupkan masjid. Kegiatan sederhana namun penuh pengorbanan karena mereka pergi menuju daerah pelosok yang kadang penuh bahaya dengan dana sendiri. ‘Melanjutkan kegiatan Nabi Muhammad’ menjadi alasan mereka untuk terus semangat.

Dah 3 tahun lebih Maman di Pakistan, dah berkali-kali ngunjungin Lahore, tapi akhirnya baru kemarin Maman berkesempatan mendatangai madrasah ini. Dah tahun terakhir (amin) dan mumpung lagi ada Jord Purana, jadi Maman paksakan untuk bisa datang meskipun harus bolos kelas.

Jord artiny kumpul. Purana artinya whole. Jadi klo digabung artinya semacam kumpul besar tahunan para tablighi dari seluruh dunia. Kumpul ni diselenggarakan setahun 2 kali yang dihadiri jamaah dari seluruh dunia. Hampir 200ribu sih katanya kemaren itu. Selain ketemu temen-temen Indonesia yang emang belajar penuh disana, ada juga yg emang datang dari Indonesia sekitar 200an jamaah.

Acara berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 12-16 Maret 2015. Para Jamaah menetap di tenda-tenda terpal diatas tanah lapang yang kalo hari biasa adalah ladang gandum. Jamaah dari negara lain dipisah dari jamaah lokal karena mereka mendapat penghormatan yang lebih. Tendanya lebih besar, makan gratis, lebih bersih, dan ada translator untuk berbagai bahasa karena ceramah menggunakan bahasa urdu.

Sehari-hari kegiatan kita adalah mendengarakan bayan ato ceramah dari ustad madrasah yang topiknya ga jauh dari iman dan akhlak. Topik ini selalu diambil karena meskipun sederhana tapi inilah yang paling mudah diabaikan. Sang ustad berada di ujung jauh, suaranya nyambung ke headphone translator, dan kita jamaah asing tinggal mendengarkan terjemahannya. Ada macem-macem terjemahannya; Arab, Persian, Inggris, Jerman, Turki, Melayu, Thai, Kamboja, Bengal, Kirgiz, Russia, Mandarin, Spanyol, dll. Tapi yang paling banyak pendengarnya biasany yang Arab sama Persian.

Setelah bayan, biasanya orang-orang langsung praktek berdawah ke jamaah lain. Uniknya, mereka praktek ke orang-orang secara acak tanpa memandang mereka paham bahasa apa. Maman pernah didatangin jamaah dari Cina dan Afghan, y udah ngangguk2 aja meski ga ngerti ngomong apa. Denger-denger sih, alasannya ‘meskipun semua telinga tertutup untuk dawah, ada telinga yang tetap setia mendengarkan yaitu telinga sendiri’. Dalem…

Jamaah dari Indonesia sedang praktek berdawah ke rekan2nya

Jamaah dari Indonesia sedang praktek berdawah ke rekan2nya

Komplek jamaah bairoun (asing) emang tertutup. Dikelilingi tembok dan berpagar tinggi. Ini dilakukan untuk menjaga kekhusyukan beribadah dan belajar agama. Agak berbeda dengan komplek jamaah lokal yang lebih longgar dan terbuka. Meski tertutup, fasilitas penunjang didalam komplek cukup lengkap. Kamar mandi banyak dan selalu bersih, money changer, air minum, ruang makan yang luaaass banget, dan toko-toko yang menjual buku dengan berbagai bahasa, makanan bervariasi, dan peralatan lain yang harganya bikin ngelus dada saking murahnya dibanding toko lain.

Begitulah sekelumit pengalaman dan penyesalan. Iya penyesalan, kenapa ga ikut beginian dari dulu. Dan juga Maman mohon maaf atas kualitas poto karena cuma pake hape n dilakukan sembunyi2…

One thought on “Jord Purana, Motivasi Dakwah dari Selatan Kota Lahore

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s