Backpacking ke Islamabad

Barusan Maman baca artikel yang menarik di sini tentang tempat-tempat yang patut di kunjungi di Islamabad. Kenapa menarik, karena Maman baru sadar meski Maman di Islamabad ni dah hampir 4 tahun tapi Maman belum pernah posting tentang tempat-tempat wisata di Islamabad. Makanya sekarang mumpung lg g ada kerjaan Maman mau nulis. Berbeda dengan artikel yang Maman taut di awal, kalo di situ tempat2nya kurang menarik untuk kelas backpacker yang biasanya mencari objek budaya dan tempat wisata murah. Sekalian melarikan diri dari curhatan para mbak-mbak. Haha…

Artikel ini mungkin agak kurang bermanfaat sekarang, karena memang untuk bisa masuk ke Pakistan ni visanya susah. Apalagi cuma beralasan pengen tourism. Mungkin suatu hari nanti ketika paspor ijo gambar garuda pancasila bisa masuk sini dengan gratis, maka artikel ini akan menjadi sangat bermanfaat.

Estimasi waktu 4 hari (senin jam 23.00 ampe jumat jam 21.00), sesuai jadwal maskapai langganan kita para pelajar Indonesia.
Estimasi kurs Rs100/USD.

***

Senin

Pake taxi bandara, minta dianter ke G-9 Karachi Company. Di sana banyak guest house murah dan lumayan bersih. Harga kisaran Rs 2000/night. Kalo punya budget lebih, bisa menginap di hotel yang cakepan. Bisa googling. Langsung istirahat biar besoknya fresh.

Selasa

Dah bobo cantik dan siap memulai petualangan. Mulai dengan sarapan di G-9 Markaz. Pilihan menu mungkin nggak terlalu bervariasi, kalo nggak Paratha ya Halwa Puri. Tapi yang asik adalah ngeliatin bhaijan (mas2nya) dengan terampil ngulen adonan tepung. Kalo musim dingin bisa nyicipin Kashmiri Chai yang warnanya pink dan ada kacang almondnya. Kalo musim panas jangan lupa pesen Lassi biar seger. 1 paratha, 1 telor goreng, 1 chai biasany totalny ga lebih dari Rs80.

Abis sarapan, langsung menuju terminal wagon cari jurusan Zero Point (sekitar Rs20). Obyek pertama yang dikunjungi adalah National Monumen. National Monumen ni kaya Monasnya Pakistan gitu lah. Sebelum kita mempelajari kota Islamabad, jangan lupa kita belajar dulu tentang Pakistan di musiumnya. Tiket untuk orang asing Rs250. Kalo udah pinter (abis belajar di musium), jalan agak ke timur dikit ada Shakarparian, sebuah taman pohon yang tiap pohonnya ditanam oleh para pemimpin negara yang pernah berkunjung ke Islamabad. Pohonnya Presiden Soeharto, Gus Dur, Megawati masih ada. Setelah itu kita ke Lok Virsa, tempat musium budaya dan pameran seni. Tempatnya agak jauh, kalo males jalan bisa naik taksi Rs50. Nonton pameran seninya gratis, tapi musiumnya bayar Rs400.

Hari dah sore, waktunya kita menikmati sunset di tepi Rawal Lake. Sambil naik kapal, semilir angin terhembus. Kalo mau naik perahu ke tengah waduk, tukang perahunya agak berisik kalo nggak nyanyi India ya baca syair Iqbal.

Abis itu istirahat balik ke guest house. Di G-9 Markaz, warung yang kalo pagi jual sarapan kalo malem berubah jualan Chicken Tikka. Bisa dicicipin ayam bakar bumbu masala yang dituang saus yoghurt. Kalo nggak bisa makan roti nan, pesen nasi biryani aja.

Rabu

Bangun pagi, sarapan. Langsung cari taksi ke starting point Hiking Trail 5. Kita akan mendaki bukit Marghalla dan menikmati keindahan kota Islamabad dari ketinggian. Dari situ bisa tembus ampe Monal Restaurant, Pir Sohawa. Karena di atas bukit susah sinyal, kita ga bisa mengandalkan applikasi peta online. Pas start, cari orang yang mau barengan. Siapa tau jodoh haha…

Kalo dah sampe Monal, silakan yang punya budget lebih bisa makan siang disana. Yang budget pas-pasan, cari tebengan jeep pekerja perkebunan ato angkot buat turun ke Islamabad Murghar Zoo. Bisa mampir meskipun koleksi binatangnya nggak terlalu banyak. Abis itu lanjut ke F-6 Markaz yang banyak toko kerajinan, garment khas Pakistan dan batu akik. Cocok buat nyari oleh-oleh. Sebelum balik ke guest house, mampir dulu ke Faisal Masjid. ‘The biggest mosque in Asia’ kata orang Pakistan. Iyain aja.

Kamis

Pake MetroBus jalan-jalan melihat suasana kota. Pas tulisan ini dibuat, MetroBusnya masih underconstruction jd nggak tau tarifnya berapa. Mungkin nggak jauh beda dengan MetroBus Lahore, Rs20 semua jurusan. Dari stasiun paling ujung kita bisa lihat Parliament House, diseberangnya ada Pakistan National Council of the Arts tempatnya pameran dan pagelaran seni kontemporer, lalu kawasan pertokoan dan perkantoran Blue Area, dan terus ke selatan sampe komplek pertokoan Saddar di Rawalpindi.

Kalo mau beli buku, salah satu toko buku terbesar yaitu Saeed Book Bank di F-7 Markaz. Ato mau ngemall cari baju khas Pakistan yang berkelas ada di Centaurus Mall.

Jumat

Siap-siap pulang. Kalo mau jumatan di Faisal Masjid dengan khutbahnya yang dua bahasa; Urdu dan Arab, y monggo. Lal Masjid (Masjid Merah) di Aabpara juga keren buat jumatan karena didalamnya ada musium kecil yang menceritakan bagaimana pada tahun 2009 masjid ini menjadi sarang pemberontak yang hendak melakukan makar terhadap pemerintah.

Dah… karena keterbatasan waktu jadinya Maman kasih ide yang dalam kota aja nggak jauh-jauh. Tapi kalo mau jauh-jauh juga nggak papa sih. Ntar ceritain lah ke Maman dah kemana aja di Islamabad.

Poto-potony nyusul. Maman nggak enak gitu kalo ngga poto hasil sendiri….

9 thoughts on “Backpacking ke Islamabad

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s