Film The Help, seru

Mungkin Mimin yang katrok ya, Mimin baru diberi kesempatan buat nonton film sosial yang kece banged ini. Guys, you have to watch this movie out !! wajib.

Ini cerita tentang masa perbudakan. Ketika tidak ada hukum tertulis mengenai perbudakan kaum kulit hitam namun local wisdom yang ada menuntut untuk kaum kulit berwarna berlutut pada si blonde. Kenapa kalian wajib nonton ini? Karena menurut Mimin film ini mengajarkan banyak hal tentang cara menghormati, cara berpositive thinking, cara berterimakasih, cara sayang terhadap sesama meski status sosial kita berbeda. Film yang bagus versi Mimin adalah film yg bisa bikin Mimin nangis, dan film ini berhasil.

Bercerita tentang seorang anak wanita dari ras kulit putih yang pada awalnya tidak sepatriot dengan jalan cerita ini. Hanya karena dituntut pekerjaannya sebagai penulis akhirnya dia ingin menerbitkan sebuah buku yang fenomenal saat itu. Keinginannya itu didukung pula dengan keadaan yang sedang dialaminya.

Pada masa itu kedudukan ras kulit putih ialah pada strata sosial tertinggi, sedangkan kaum kulit hitam berada pada kasta terendah yaitu seorang budak. Aibee, seorang budak yang memulai semua kisah ini. Sedih. Ia harus kehilangan anaknya karena ditembak oleh ras putih. Namun, karena suatu keadaan saat itu menuntut ia harus tetap sebagai budak. Ia telah menjadi budak sejak umur 14 tahun, sehingga ia sangat mengerti segala hal yang berurusan dengan pekerjaan rumah tangga. Mimin suka sekali dengan scene2 yang dimainkannya terlihat natural. Klimaks dari film ini adalah saat ada satu ibu2 yg mencanagkan WC/toilet untuk para budak diluar rumah dr majikan atau setidaknya terpisah dari toilet sang majikan. Sedih sekali. Mimin gag nyangka dulu itu begitu kejam.

Ok, Mimin gag mau jd spoiler yg menyebalkan, mending temen2 nonton deh. Mimin jamin 200% kalo temen2 gag bakal nyesel sama akting dan jalan ceritanya. 🙂

Advertisements

Sekilas Film Normal Heart

Mimin baru nonton film yg judulnya Normal Heart. Tanpa browsing, tanpa tau seluk beluk film ini Mimin asal tonton ajja, hehe, nonton gratisan dari UseTv. Mau review dikit boleh lah yaa..

Diawali dengan pemandangan laut yg epic, “oke, luumayan!” batin Mimin. Setelah beberapa detik berlalu Mimin baru tersadar kalo ini film yg menceritakan tentang homoseksual atau kaum gay. Mimin tersadar waktu ada adegan cabut mencabut bulu dada. Xixixi… Baru tersadar dari tadi yg Mimin tonton adalah kaum lelaki saja. Mimin penasaran.

Singkat cerita, ini film yang menceritakan perjuangan kaum gay untuk membantu pasangan mereka dan kelompok mereka dari penyakit HIV-AIDS. Mimin juga baru pertama kali lihat bentuk dari sakit itu. Serem lho kalo dilihat dari ceritanya. Badan mereka kurus dan terdapat noktah hitam disekujur tubuh. Ini film wajib ditonton deh kayaknya. Bukan mendukung tindakan mereka, ataupun membenarkan tindakan mereka, namun lebih pada sebagai pelajaran bagi kita agar terhindar dari hal yang serupa.

Julia Robert dalam film ini berperan menjadi seorang dokter yg terkena penyakit polio. Seorang dokter yang bersusah payah menceah peyebaran penyakit ini dan berusaha mencari obat atau menemukan obat nya. Pada agama Mimin penyelewengan seksual ini sudah dikisahkan memang tidak ada obatnya sebagai hukuman. Gitu deh.

Tonton deh, dijamin banyak ilmunya. Oia, dan yang terpenting gag ada adegan seks ala mereka kok, adapun kissing, tapi cuma sekali. Met nonton 🙂

Kerikil di Minggu Pagi, Kerikil LDR

Kalo gag salah inget Mimin pernah nulis tentang BTB nya Raditya Dika dari film “Cinta dalam Kardus”. Ngga tau kenapa Mimin hari Sabtu pengen nonton lagi gitu. Dan cus deh.

Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota…

ups Salah.

Pada hari Minggunya ada kerikil kecil yang mengganggu tenggorokan Mimin. Uhuk…. Intinya MamanMimin agak berseteru dikitlahhh… Gini ceritanya.

Pagi hari di Minggu ceria, Mimin udah bangun, karena lagi datang bulan Mimin gag pake keluar kamar. Mimin putuskan untuk baca buku. Nengok lah sebentar si Maman di Skype, ternyata doi masih tidur, maklum beda waktu 2 jam membuat MamanMimin harus beradaptasi dengan ke-LDR-an ini. Aiihhhh…

Mimin kalo udah belajar udah pasti semua akan terlupa. Entah penyakit atau anugerah. Tidak dengan pagi itu. Pagi itu Mimin merhatiin Maman yang bangun, sholat shubuh, dan terus baca buku. Maman gag ngeliat Mimin, soalnya setting video dan audionya sengaja Mimin matiin. Ngeliat Maman baca buku, seneng ajja. Jadi Mimin gag mau ganggu konsentrasinya.

Ngeliat mata Maman yang mulai sikit demi sikit mengantuk akhirnya Mimin on-nin video dan audio skype. Nemenin Maman belajar. Maksud Mimin biar sama2 belajar, namun, Maman udah bosen ngebaca. Lumayan lama sih doi baca. Akhirnya Maman online. Mimin paham sangat jelas keadaan itu, krn Mimin jg pernah ngerasain.

Dan…

Kerikil kecil itu mulai mengganggu Maman.

MamanMimin berantem deh.

Biasanya Mimin kalo udah berantem gitu minta ijin untuk nocom beberapa hari gitu. Tidak kali ini. Mungkin krn abis nonton “Cinta dalam Kardus” Mimin jadi termotivasi. Sindrom BTB gag boleh seperti Miko yang dulu sebelum pacaran ama Putri, sindrom BTB kali ini harus “Berani Tumbuh Bareng”. Mimin baru tau kalo nurunin ego saat marah itu bener2 menguras rasa happy banged lho. Keinget klo Maman hari Senin UTS, juga ngebantu Mimin nurunin ego yg saat itu membludak. Berusaha memahami Maman, berusaha jadi tau apa yg Maman suka dan tidak suka, belajar memupuk rasa pengertian, karena MamanMimin dan blog ini juga berniat untuk tumbuh bareng.

Mimin baik2 saja Man, santeeee…

Makasih Maman masih mau maafin Mimin yang udah salah di hari Minggu itu, Tenang ajja Mimin janji gag akan ngebahas masalah itu lagi, swear deh !

 

Sejak Minggu itu Mimin belajar yg namanya Berani Tumbuh Bareng. itu. Untuk hasil akhirnya BoMat !

Divergent , Movie Review

Mau ngebahas film baru nih, Divergent, dah pada nonton?

Mimin baru nonton hari Senin (24-03-2014) kemaren. Maaf sebelumnya, Mimin gag nonton bagian awalnya, kelamaan di kamar mandi soalnya, hehe…

Film ini tidak sama dengan Trilogi Hunger Game, berbeda pada plot ceritanya. Namun, tetap berbicara tentang Utara-Selatan seperti dalam peace politics. Kalo di Hunger Game berbicara tentang pembagian manusia berdasarkan distric yang disebabkan oleh peperangan sebelumnya, sedangkan di Divergent pembagian berdasarkan nature character per-individu.

Ada 5 macam pembagian. Pertama Abnegation, mereka adalah kelompok sosial yang memiliki sifat alami sebagai seseorang yang suka menolong, saling mengasihi, yaaa yg baik2 lah dan mereka yang menguasai pemerintahan. Kedua ada Dauntles, ini kelompok sound of anarchy klo kata Mimin. Kelompok yang memiliki sifat alami sebagai seorang pemberani, tak punya rasa takut, kuat, tidak hanya menggunakan otot tapi juga menggunakan otak. Mereka adalah pasukan penjaga keamanan kota atau polisi. Ketiga, Erudite, mereka adalah kaum cendikiawan, hampir seluruh ilmu pengetahuan mereka tahu. Keempat ada Candor, kelompok ini adalah kelompok penegak hukum, jujur, adil. Kelima adalah Aminity, kelompok petani, yang selalu bahagia dan mereka yang bertanggungjawab atas pasokan pangan di kota. Oia, mereka punya warna pakaian yang berbeda2, Abnegation warna abu2 lusuh, Dauntles warna hitam, Erudite biru, Candor putih dan Aminity orange.

Pemeran utama namanya Beatrice dari kaum Abnegation, ayahnya seorang yang penting dalam kursi pemerintahan. Beatrice merasa dirinya bukanlah bagian dari kaumnya, karena dia tidak sepeka dan setulus hati jika harus menolong kaum yg tertindas atau non-faksi. Di kota tersebut anak2 berusia remaja ada waktunya mereka menentukan nasib untuk memilih faksi mana berdasarkan sifat alami sesudah uji lab. Disinilah Beatrice menemukan alasan mengapa ia tidak seperti ayah, ibu dan kakaknya. Ternyata ia adalah seorang Divergent. Berdasarkan laboran yang mengujinya ia menyatakan bahwa Beatrice sebaiknya kembali ke keluarganya dan tetap pada kelompok Abnegation.

Beatrice menurut, ia pulang dan mengatakan kepada keluarganya bahwa ia sakit dan diperbolehkan pulang oleh laboran. Pada hari penentuan Faksi ternyata Beatrice memilih untuk menjadi Dauntless, karena ia semenjak kecil sangat terobsesi menjadi bebas seperti Dauntless. Kalo diibaratin dalam satu kampus, Dauntles ini seperti Fakultas teknik yang selalu rame, sedangkan Erudite seperti anak kedokteran, Abnegation dan Aminity seperti anak FISIP dan Candor otomatis seperti anak hukum. hehe… lanjut. Kakak Beatrice malah memilih masuk ke kaum Erudite.

Beatrice merasa telah menemukan kehidupannya, yang bisa tertawa, berlari, seperti yang dilakukan oleh Dauntless. Ternyata untuk masuk kelompok ini juga membutuhkan kerja keras yang extra. Mereka harus melakukan serangkaian test. Disinilah Beatrice tertantang untuk lulus test, karena kemapuannya yg dibawah standar drpd teman2 lainnya. Dan disini pulalah Beatrice bertemu dengan teman seperjuangan sesama Divergent.

Menurut cerita film, Divergent adalah mereka yang memiliki kelainan. Mereka bisa menjadi kelompok apapun yang mereka inginkan. Dikarenakan kehebatannya ini mereka dianggap sebagai kelompok yang akan menyebabkan peperangan akan terulang. Akhirnya para Divergent ini diburu untuk dimusnahkan.

Mimin agak sedikit bingung sih di klimaks film ini, antara mengejar divergent atau untuk membumihanguskan kaum Abnegation. Kok Abnegtion dihancurkan? Menjadi sifat dasar manusia kalo ingin selalu menang. Kaum Erudite tidak suka jika Abnegation yang memimpin kota, untuk itulah berbagai cara dilakukan. Mereka membuat serum yang bisa mengontrol manusia lewat jaringan komputer. Serum itu disuntikkan kepada kelompok Dauntless. Jadi Tetua kaum Erudite dan Dauntless bersetongkol bersebandeng untuk membumihanguskan. Anehnya serum ini tidak mempan untuk mereka yang divergent.

Akhir cerita …. nonton sendiri yaaa….

hehehe…

seru kok, Mimin insya Allah menanti kelanjutannya “insurgent” …

Miracle in Cell no. 7

Mimin abis mewek gara2 nonton ini.

Film korea ttg ayah yg keterbelakangan mental dengan anak perempuannya yg dewasa sebelum waktunya.

Drama di film ini bermula dari tas Sailor Moon yang diidam2kan oleh sang anak. Setiap hari mereka menyanyikan lagu Sailor Moon di depan toko yg mendisplay tas kuning itu. Hingga pada suatu hari tas itu laku dijual. Sang ayah dengan polos dan bodohnya meminta agar tas itu jangan dijual karena dia akan membeli nya ketika gajian. Karena orang2 didalam toko itu ketakutan melihat prilaku keterbelakangan sang ayah mereka mengusir dan memukulinya.

Suatu hari, setelah menerima gaji. Anak pembeli tas Sailor Moon itu bertemu dengan ayah idiot itu. Ia berkata akan memberitahukan dimana sang paman bisa membeli tas Sailor Moon kuning untuk anaknya. Namun, malang. Tragedi siang itu membawa bencana bagi sang ayah.

Dia ditangkap polisi, dimasukkan ke penjara, dan dihukum mati. Lalu??? penasaran yaaa…. hehehe…
Film ini sungguh menguras emosional. Lagi2 Mimin terpesona oleh bahasa2 sederhana yg diucapkan tepat pada waktunya. “Ayah, terimakasih telah bersedia hingga saat ini menjadi ayahku”… omegod, langsung deh sesenggukkan.

Beneran deh tonton film ini, keren kok. Buat memotivasi ajja, hihihi…

Sedikit Cinta dari Zainuddin ( Review Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck)

Udah pada nonton film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck?
Mimin awalnya mau nonton premier, tapi waktu itu ada kegiatan gitu. (penting gg sih?!) hahaha…

Banyak yg bilang gag begitu bagus film ini. Tapi, karena lagi bosen dan kebetulan ada rejeki lebih jadi Mimin nonton ajja , dan kebetulan masih ada film ini. Well, Mimin mau ikut mereview dikit yaaaa…

Scene pertama yg keluar udah Junot, spontan cewek2 di bioskop pada berbisik “omegod Junottt..”, tak ketinggalan Mimin juga mendesah seperti yg lain. Hehehe… Ini kisah Zainuddin yang terlahir diantara dua suku, Bugus dan Minang. Keadaan ini dianggap tidak baik oleh keluarga Hayati, permata hatinya yg paling tercinta.

Love at the first sight. Ini adalah cerita pada pandangan pertama, antara Zainuddin dan Hayati yang berbeda suku. Bagi keluarga Hayati keturunan merupakan hal yang sangat crusial. Cerita cinta mereka berawal dari surat menyurat. Menurut Mimin it’s sooooo romantic, bahasa yg Zainuddin gunakan menyentuh syekali.

Disebuah kampung yg baru ditinggalinya Zainuddin merasa kesepian. Tak ada pemuda setempat yg mau berteman dengannya lantaran Zainuddin dianggap manusia tak bersuku. Di daerah mereka adalah hal yg sangat terhina jika tidak memiliki garis keturunan yg jelas.

Singkat cerita Zainuddin diusir oleh kepala suku, yang tidak lain adalah paman dari Hayati (Hayati seorang yatim piatu). Hal ini karena sudah banyak orang yg mempergunjingkan kedekatan Hayati dan Zainuddin. Diperbatasan kampung inilah mulai deh drama nya. Janji Hayati yg begitu indah menguatkan Zainuddin yang saat itu sudah terhempas oleh keputus asaan. Dengan membawa kerudung Hayati sebagai tanda cinta, pergilah ia ke Padang Panjang. (Mimin lewatin ya cerita di pacuan kudanya, hehe)

scene yang kena baged di Mimin

scene yang kena baged di Mimin

Berita Hayati dilamar oleh keluarga kaya raya sampai pada Zainuddin. Terpuruklah Zainuddin karena pengkhiatan terbesar yang Hayati lakukan karena ia tak mampu melawan adat istiadat di negerinya. Aziz, laki2 yg tidak bermoral baik menjadi suami Hayati dikemudian hari. Pada scene ini sangat mengharukan. Dimana sang Zainuddin yg gagah terlihat tak berdaya oleh cinta. Dua bulan Zainuddin seperti mayat hidup yang berdzikir nama Hayati. Duh, Mimin kena banged di scene ini. Bisa ngerasain apa yg dirasakan Zainuddin, ketika rindu akan Maman namun kesempatan tak sepihak dengan rindu kita. behhhhh…. jleb banged dah.

Setelah Zainuddin bangkit dari segala mimpi buruk itu, ia merantau ke Batavia bersama sepupunya Bang Muluk. Bakat menulis Zainuddin ternyata bisa diterima oleh khalayak ramai. Bukunya yg berkisah ttg perjalanan cinta Hayati dgn judul “Teroesir” laku keras. Inilah awal dari segala kekayaan yg dimilikinya. Semua berasal dari cinta permata hatinya.

Disingkat lagi ceritanya ya. Aziz dan Hayati yang merantau ke Surabaya bertemu dengan Shabir, nama tulis dari Zainuddin. Pernikahan Hayati amat sangat tidak bahagia, Aziz tidak memperlakukan Hayati layaknya seorang istri namun layaknya budak. Bisa bertemu dengan Zainuddin seperti minum air es ditengah kemarau panjang. Segarrrr… Aziz yg bangkrut sebangkrut2nya akhirnya tak punya malu menginap di rumah Zainuddin yg begitu besar. Rasa sungkan dan malu bercampur sedikit bahagia menyelimuti Hayati. Tak disangka Aziz harus bunuh diri demi membayar semua kebaikan Zainuddin dan untuk menutup semua rasa malu.

jeng jeng jenggggg… Dirumah itu tinggallah Bang Muluk, Zainuddin dan Hayati. Ouhhhhh… gellaaaaaa… Mimin suka bagian ini. Bagaimana akhirnya Zainuddin meluapkan segala emosinya yang dipendam menahun, rasa yang tak ada habisnya ia guratkan dalam setiap kisah2nya. Hingga ia dengan berbesar hati memulangkan Hayati ke keluarganya di Padang. Guys…. bisa kalian bayangkan perasaan semacam ini. Disaat kalian masih cinta tapi harus marah namun tetap cinta??? dalemmmmm… kalo Mimin cuma bisa mewek doang kali tanpa bisa ngomong apapun. Sweet.

ini juga salah satu scene yg Mimin suka

ini juga salah satu scene yg Mimin suka

Mungkin ini adalah penyesalan terbesar buat Zainuddin karena dengan tangannya sendiri ia mengantarkan kematian wanita, permata hatinya hancur tak kembali untuk selamanya.

kata2 terakhir yg berkesan buat Mimin adalah saat Hayati berkata, “Zainuddin, kekasihku…” diakhir ia menutup mata. Omegoddddd… acting Junot keren banged di ending film ini.

ohhh… Zainuddin, kekasihku…

Film ini sederhana, namun kalo temen2 nonton dari segi filosofinya, temen2 akan sependapat kalo ini perlu dicontoh oleh semua anak muda di Indonesia. Cara mencintai, cara dicintai, cara berjuang untuk orang yg kita cintai, cara membalas segala cinta dari alam, tuhan, dan makhlukNYA.

Mimin suka intinya, hehehe…
Klo punya pendapat lain, itumah pendapat anda, hehehe…

love you Maman, kekasihku…

 

 

MamanMimin dan Cinta Brontosaurus

Mimin abis nonton Cinta Brontosaurus sore tadi.

Biasanya Mimin sebelum menonton film suka liat sinopsis yang beredar di internet. Tidak untuk kali ini. Mimin selalu percaya ama Raditya Dika ( eh ) .

Review film ini, luccu sih tapi yg gg lucu banged, cuma cukup lucu. Overall Mimin suka.

Mimin baru ngerti dari filosofi judul “Cinta Brontosaurus”. Brontosaurus itu kn makhluk yang udah punah kan ya, nah ini makna lain yang di ambil Dika untuk film nya. Brontosaurus merupakan analogi dari Cinta Kadaluarsa. Film ini menceritakan Dika yang percaya akan setiap cinta itu akan pudar dengan berjalannya waktu. Hingga ia merasa tau semua jenis cewek dan bagaimana akhirnya kalo pacaran ama itu cewek. Hingga Dika ketemu ama Jessica yang pribadi nya sangat unik bagi Dika.

Klimaksnya saat Jessica gag sengaja denger percakapan Dika ama temen2 lamanya. Jessica ngedenger kalo Dika yang udah pacaran ama dia selama 6 bulan masih pada pendiriannya kalo cinta itu selalu akan kadaluarsa. Hati cewek mana yg gg nge-jleb banged kalo orang yg dipercayainya selama ini masih tidak yakin dengan hubungan yang sedang mereka jalanin. Hingga akhirnya baik Dika dan Jessica stabilitas kegiatan sehari2 mereka sedikit terganggu.

Kemudian, Dika tersadar bahwa:
Cinta itu tanpa alasan,
Cinta kadaluarsa yg nantinya akan dihadapi setiap pasangan, hanya yg bisa menghargai cinta tidak akan mengenal cinta kadaluarsa,
Cinta itu seperti dunia anak kecil yang sederhana dan tulus,
Cinta itu aku hanya untukmu

cinta brontosaurus

Argghhhh Mimin banyak yang lupa nih. Cerita ini juga sedikit menyinggung Mimin sih, Mimin yang dulu ga bisa move on karena berpikir bahwa semua cowok itu kalo bukan bajingan ya bangsat. Tapi Cinta Brontosaurus bisa menyadarkan Mimin kembali bahwa dalam setiap hubungan itu akan selalu punya masalah. Masalah itu bisa jadi bumbu atau bisa jadi racun itu ya tergantung sama kita, tergantung cara kita untuk nyeleseinnya, dengan bijaksana atau dengan bijaksini.

Abis nonton ini Mimin jadi berpikir apakah MamanMimin juga akan mengalami cinta kadaluarsa seperti ini?

Entahlah…

Nikmati saja.

 

Serial Heroes

Pasti udah banyak yang nonton ya serial dari Heroes?

Kasian banged yak Mimin barusan ngikutin. Buat yang suka genre fantasy ini serialrecommended beud. Jatuh cinta dari episode pertama volume 1.

Heroes ini menceritakan manusia dengan ability yang aneh2. Ada Cleire yang kayak lizard gitu, Peter yang kayak bunglon yang bisa nyerap atau ngopy kekuatan lain yang ada disekitarnya. Ada Matt Parkman yang bisa ngebaca pikiran orang, Niki yang punya kepribadian ganda, Isaac yang bisa ngelukis masa depan. Ted yang badannya dia kayak nuklir, DL yang bisa nembus apapun, Micah sang elektronis, Nathan Petrelli as a flying man. Dan yang jadi Favourite Mimin Hiro Nakamura sang pengontrol waktu. Oia, peran jahatnya si Sylar yang jahatnya sadis kebangetan ulala beybeh beud.

Heroes ini kelebihannya menurut Mimin ada di jalan ceritanya yg agak rumit dan penuh teka teki. Mimin suka sama yang penuh intrik2 gini. Yang gag ketahuan ujung ceritanya, yang gag ketahuan mana yang baik atau buruk. Dan nagihin banged serialnya. Keren lah pokoknya.

Ada yang udah nonton “Cloud Atlas” gag? tolong jelaskan ya itu ceritanya gimana? 2 jam lebih nonton tapi gg ngerti, dan masih penasaran… need help banged.

Valentine’s Day

Palentin. Hari kasih sayang katanya ya? Kalo Maman seh berpendapat lain. Jadi katanya nama Valentine diambil dari nama Saint Valentinus yang dibunuh. Harusnya Valentine Day kita bikin acara bunuh-bunuhan aja ya. wkkwkwkkw… just kidding.

Berbeda dengan di Indonesia yang Valentine dirayakan cukup meriah dengan berbagai pernik-pernik, di Pakistan tidak mengenal acara begituan. Ketika Jamaat e Islami (semacam MUIny sini) melarang perayaan ini, semua masyarakat patuh. MUInya sini cukup tegas dan masyarakat sini Islamnya cukup kuat sehingga pernik-pernik Valentine sulit ditemukan. Kecuali di tempat-tempat khusus orang asing macem hotel ato bar ato market yang terletak di komplek orang asing.

Gimana dengan Maman n Mimin? Ada yang spesial di Valentine?

Dah disiapkan dari jauh hari, kita janjian nonton film Upside Down. Film scific romantis yang menceritakan tentang kisah LDR beda planet. Ceritanya lumayan dan graphicnya mantap. Tapi nggak tau, tumben, Mimin kalo nonton tuh ribut. “Waaahh cantiknya…” “Kereenn” “AWASSS”. Berisik, tapi jadi kerasa kaya nonton bareng. Walopun di setengah jam terakhir akhirnya harus terputus karena di tempat Mimin lagi mati lampu jadi telpon pun terputus (WiFinya mati).

Biasanya, kita janjian kalo nonton bareng tuh harus film yang sama-sama belum nonton. Awalnya sih Maman diem aja, tapi akhirnya Maman ngaku kalo dah nonton filmnya. Wakaaka… Mimin pun ngambek. Untungnya cuma 2 menit karena Mimin ketawa liat Maman pencilakan, pura-pura balik badan kaki diatas kepala di bawah niruin kaya di film tadi.

Abis itu ya udah, seperti saat tahun baru, kita bikin semacam evaluasi diri. Membuat planning ke depan, harapan, dan doa. Ini aja sih yang spesial.

“Mereka membuat hari kasih sayang karena mereka hanya menyayangi setahun sekali. Tapi bagiku tak ada namanya hari kasih sayang karena aku menyayangimu setiap hari”
Maman, Islamabad 16 feb 2013

CZ 12, Jackie Chan

Maman lagi sakit, batuk katanya. Padahal kan doi mauuu… *ehem

Hari ini Mimin sebenernya punya dua target kegiatan yg harus dilakuin. Tapi ternyata cuma satu doang. Awalnya mau ke TK trus ngampus, yang kelaksana ngampusnya ajja.

Mimin masih semester 6, tapi kata Pak Vic Mimin harus udah nyicil. Sebagai mahasiswi yang ngefans banget ama beliau, kata2nya adalah titah bagi Mimin. Jadi tadi di kampus Mimin baca2 hasil skripsian kakak2 terdahulu. Setelah menghabiskan beberapa jilid skripsi Mimin jadi tambah bingung. Seinget Mimin pak Vic pernah bilang untuk jagoin dulu teori nya baru nyari kasus. Tapi tadi nanya ke salah satu dosen malah bilang nyari kasus dulu. Untung ajja gg nemu orang yang bilang bikin kesimpulan dulu. Gag nyangka sesusah ini.

Waktu sholat dzuhur perut Mimin keroncongan bukan main. Menimbang2 mau makan apa dan dimana, akhirnya Mimin memutuskan makan di warung Nenek Mimin. Warung kecil, sangat kecil yang berumur lebih dari umur Mimin. Hehehe… sekalian silahturahim ceritanya. Abis makan, langit yang tadinya sangat menyengat panasnya, tiba2 jadi mendung yang teramat mendung. Mimin pamit pulang ke Nenek. Ketika diatas motor keinginan buat nonton film sangat kuat. berbeloklah laju motor Mimin. Jalur kiri adalah arah kembali ke rumah Mimin tapi ini malah belok kanan.

Samapai di 21, Mimin bingung mau nonton apa. Baru nyadar Mimin udah lama gag ngelakuin hobby check and recheck 21cineplex, hahaha… Jadi, Mimin tanya2 dech ama mbak2nya.

Kemudian, terpilihlah film CZ12, yang Mimin ketahui dari mbaknya pemainnya adalah Jackie Chan. Setau Mimin JC gag pernah ngecewain kalo bikin film. Jadi, tidak ada keraguan sedikitpun untuk nonton film.

 

cz12

 

Ada yang membuat Mimin rada gimanaaaa gitu. Filmnya dimulai jam 3.10, Mimin datang di 21 sekitar jam 2 lebih lah. Jadi nunggu sejam gitu di waiting placenya. Mimin milih tempat yang menurut Mimin nyaman. Ketika melihat sekitar, tengak-tengok, celingak-celinguk, ternyata cuma Mimin doang yang nonton sendirian. Semua kursi terisi dengan pasangan muda mudi. Jealous? ngga sih… NGGA USAH DITANYA!!!

Karena pendatang semakin banyak, dengan sigap Mimin meletakkan tas Mimin dan mengeluarkan jaket Mimin di kanan dan di kiri. Maksudnya biar Mimin gag dikudeta dari singgasana yang sudah Mimin pilih. Nanti takutnya mentang2 duduk sendirian mereka bisa menggencet Mimin. Dan itu tidak boleh terjadi.

Percayalah!! Disaat seperti ini buku adalah senjata Mimin. Mimin bukan kutu buku, tapi Mimin emang ngebiasain diri untuk bawa 1 buku kemanapun pergi. Alasannya ya sebagai antipasi seperti ini. Kalau lagi feel bored atau untuk menggaet cowok nerd nan cool yang masih jomblo, ups !!! Ya kali ada yang suka sama cewek yang hobby baca. hehehe…

film yang yang lumayang banyak pesan morilnya nih. :)

film yang yang lumayang banyak pesan morilnya nih. 🙂

As you know, JC ini menurut Mimin adalah sosok senima yang The Real Comedy Action . Karena Mimin gag pernah dikecewain mengenai aksi JC jadi Mimin rekomendasiin buat di tonton dech. Ini untuk semua golongan, tenang ajja free  dari adegan mesum. Jadi cocok untuk tontonan keluarga. Pesan yang disampaikan juga apik. Kita harus menjaga seluruh warisan budaya, bukan malah jadi dijual kesana kemari, kalau di film ini barang bersejarah dijadikan barang lelang yang nilainyaaaa aje gile…. Trus ntar ada kelompok anak muda yang berusaha melindunginya, dibantu JC, yang awalnya JC ada sindikat pencurian barang kuno.

Ini adegan yang favourite Mimin banget, amat sangat menegangkan. Tapi kereeeennnn...

Ini adegan yang favourite Mimin banget, amat sangat menegangkan. Tapi kereeeennnn…

Adegan yang seru saat JC pake sepatu roda, eh, apa ya namanya? Mimin gg tau persisnya, yang jelas keren banget. Sumpah.

Sekian dan terimakasih.

Sebenernya nulis ini sekalian buat nunggu Maman yang lagi rapat, abis itu telponan dech. Tapi sepertinya tidak jadi, Maman ngirim pesen kalo rapatnya bakal berlangsung lama. Yaudah, kangennya ditahan ampe besok.

LDR oh LDR…